BLH Depok Laporkan Air Tercemar Minyak Ke Pertamina

Reporter

Editor

Rabu, 3 Maret 2010 15:22 WIB

TEMPO Interaktif, Depok-Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok melaporkan hasil air sumur yang tercemar minyak ke Pertamina.

“Kita laporkan temuan ini ke Pertamina, mungkin jawabannya sudah bisa keluar besok,” ujar Kepala BLH Kota Depok, Rahmat Soebagio, Rabu (03/03). Selain itu, Rahmat juga telah meminta kepada pemilik SPBU untuk membuatkan sumur pengganti bagi warga.

Hasil uji laboratorium tersebut juga telah diberitahu kepada warga RW 01, Kelurahan Tirtajaya selaku warga yang sumurnya tercemar bensin.

Akan tetapi, pernyataan tersebut dibantah keras oleh warga RT02/RW01, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Ramlan, 40, mengaku sampai hari ini sama sekali belum mengetahui hasil laboratorium yang menunjukkan bahwa air tercemar minyak. “Kita sama sekali belum dengar,” ujar pria yang sudah mengontrak di TRT02/RW01, keluarahan Tirtajaya selama 10 tahun ini.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Marta, 42 tahun. Ia berharap pihak BLH mau terbuka dengan hasil laboratorium tersebut. Penjelasan yang dibutuhkan warga hanyalah apakah air tersebut tercemar atau tidak. Apalagi akibat pencemaran air tersebut, setiap tiga hari sekali Marta harus mengeluarkan puluhan ribu rupiah hanya untuk membeli air isi ulang. Air isi ulang tersebut digunakan untuk memasak dan minum. Sedangkan air sumur, sampai saat ini hanya digunakan untuk mandi dan mencuci.

Mengenai sumur pengganti yang telah dibuat oleh pemilik SPBU, Marta mengaku bahwa pembuatan sumur tersebut tidak menyelesaikan masalah pencemaran yang terjadi. Karena untuk memancing air sumur agar naik harus menggunakan listrik di mana biaya listrik tersebut harus dibayar oleh pemilik sumur. Kebetulan sumur yang dibangun oleh SPBU dibangun dekat rumah Ketua RW dan yang membayar biaya listriknya adalah RW setempat. Akibatnya sumur tersebut tidak bisa dimanfaatkan untuk semua Kepala keluarga.

Marta berharap ke depannya agar pihak pemilik SPBU 34-16416, yang terletak di Jalan Tole Iskandar memiliki iktikad baik dengan mendatangi warga secara langsung guna membicarakan permasalahan ini. “Selama kasus ini terjadi, kita nggak pernah diajak bicara langsung,” ujarnya.

Menurutnya solusi yang lebih tepat untuk penyelesaikan kasus ini ialah pihak SPBU membuat tower air yang airnya dialirkan ke rumah-rumah warga. Biaya pembuatan tower dan listriknya ditanggung oleh pemilik SPBU. “Kita pinginnya air yang ngalir ke rumah kita bersih kayak dulu lagi dan kita nggak mau keluar dana, karena yang cemarin air kita kan sana,” katanya.

Kasus pencemaran ini bermula ketika pada Februari lalu, warga RT02/RW01 mengeluhkan air sumur mereka yang berbau bensin. Akibatnya, air tersebut tidak dapat dikonsumsi lagi. Mereka menduga air tersebut tercemar dari SPBU yang terletak di Jalan tole Iskandar. Adapun warga yang sumurnya tercemar minyak adalah mereka yang tinggal di belakang SPBU ini. Pihak Badan Lingkungan Hidup kemudian mengirimkan sampel air ke Laboratorium Migas.

TIA HAPSARI

Berita terkait

5 Aktivis Lingkungan yang Dipidana Era Jokowi, Teranyar Daniel Frits

29 hari lalu

5 Aktivis Lingkungan yang Dipidana Era Jokowi, Teranyar Daniel Frits

Sejumlah aktivis lingkungan diduga dipidana karena aksi mereka.

Baca Selengkapnya

KTT AIS akan Berlangsung di Bali, Bahas Perubahan Iklim hingga Ekonomi Biru

8 Oktober 2023

KTT AIS akan Berlangsung di Bali, Bahas Perubahan Iklim hingga Ekonomi Biru

Konferensi Tingkat Tinggi Archipelagic and Island States atau KTT AIS Forum 2023 akan diselenggarakan di Bali pada 10-11 Oktober 2023.

Baca Selengkapnya

Kali Bekasi Tercemar Limbah Industri, Pemkot Bakal Andalkan Kalimalang untuk Air PAM

17 September 2023

Kali Bekasi Tercemar Limbah Industri, Pemkot Bakal Andalkan Kalimalang untuk Air PAM

Pemerintah Kota Bekasi mengucurkan dana Rp45 miliar untuk mengatasi air olahan Perumda Tirta Patriot yang kerap terganggu karena pencemaran

Baca Selengkapnya

BPOM Soroti Senyawa Aktif Obat yang Kontaminasi Perairan Indonesia

17 Juli 2023

BPOM Soroti Senyawa Aktif Obat yang Kontaminasi Perairan Indonesia

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito menyoroti paparan senyawa aktif obat yang mengontaminasi perairan Indonesia.

Baca Selengkapnya

Mikroplastik Air Laut di Mayangan Probolinggo Tinggi, Dukung Data 36 Merek Garam Tercemar

24 Juni 2023

Mikroplastik Air Laut di Mayangan Probolinggo Tinggi, Dukung Data 36 Merek Garam Tercemar

Rachmadeta Antariksa mengatakan pencemaran mikroplastik air laut di Kelurahan Mayangan tinggi berdasarkan pengujian pihaknya dengan ECOTON.

Baca Selengkapnya

Inilah Ciri-ciri Air yang Tercemar

10 Desember 2022

Inilah Ciri-ciri Air yang Tercemar

Pencemaran air lebih sering disebabkan aktivitas manusia yang membuang benda dan zat asing ke air. Berikut ciri-ciri air yang tercemar.

Baca Selengkapnya

5 Jenis Pencemaran Lingkungan yang Perlu Anda Ketahui

10 Desember 2022

5 Jenis Pencemaran Lingkungan yang Perlu Anda Ketahui

Ada berbagai jenis pencemaran lingkungan yang sama-sama menganggu ruang hidup makhluk hidup. Berikut beberapa di antaranya.

Baca Selengkapnya

Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Temukan Sungai Siak Tercemar Klorin dan Fosfat

4 Juli 2022

Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Temukan Sungai Siak Tercemar Klorin dan Fosfat

Penelitian Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) menemukan fakta bahwa Sungai Siak di Riau tercemar bahan kimia klorin dan fosfat. Penelitian ini dilakukan ESN bersama dengan Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Riau dan Badan Teritori Telapak Riau pada 1 - 3 Juli 2022.

Baca Selengkapnya

Hasil Uji Laboratorium Buktikan Pencemaran Air Kali di Bukit Tiara Tangerang

2 Maret 2022

Hasil Uji Laboratorium Buktikan Pencemaran Air Kali di Bukit Tiara Tangerang

Banyaknya perusahaan di pinggir kali itu membuat pemeriksaan mengalami hambatan dalam menentukan sumber pencemaran.

Baca Selengkapnya

Pencemaran Air di Perumahan Bukit Tiara Tangerang, DLHK: dari Sablon Baju

19 Februari 2022

Pencemaran Air di Perumahan Bukit Tiara Tangerang, DLHK: dari Sablon Baju

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Banten, kesulitan mencari sumber pencemaran air kali di Perumahan Bukit Tiara.

Baca Selengkapnya