Anarkis, Monitor Depok Laporkan FAM UI Ke Polda

Reporter

Editor

Sabtu, 2 Juli 2005 13:39 WIB

TEMPO Interaktif, Depok:Pemimpin redaksi harian lokal Monitor Depok (Monde), Sunyoto akan melaporkan penyerangan yang dilakukan oleh Front Aksi Mahasiswa (FAM) Universitas Indonesia (UI) ke Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, Senin (4/7). "Saya akan melapor bersama tim dari bagian hukum Bisnis Indosesia," ujar Sunyoto kepada Tempo, Sabtu (2/7).Ia menjelaskan, Rabu (29/6) sekitar pukul 18.00 WIB, puluhan mahasiswa mendatangi kantor Monde di Jl. Margonda Raya 345B. Massa yang mengaku berasal dari FAM UI itu melakukan orasi, berteriak-teriak, dan memaksa ingin bertemu dengan Karim Abdullah Siregar yang mereka tuduh telah menuliskan berita yang menyudutkan FAM UI.Selain itu, kata Sunyoto, para mahasiswa juga merusak barang inventaris Monde, seperti melempar helm dan kursi, serta merusak beberapa dokumen Monde. Sunyoto sendiri mendapat tendangan diperutnya dan wartawan Monde bernama Dadan menerima tamparan. Ketegangan mereda setelah aparatur Polsek Beji yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Beji AKP Sukanda, datang ke lokasi kejadian.Koordinator FAM UI, Zara Dian Utari, mengatakan, semula kedatangan mereka hanya ingin mengklarifikasi berita Monde (25 Juni) yang menulis FAM UI membayar tukang becak sebesar Rp 25 ribu untuk mengikuti aksi mereka ke KPUD Depok, Jumat (24/6). "Kami sudah mengirim rilis dan mengirimkan tiga wakil untuk klarifikasi ke kantor Monde pada Sabtu (25/6), ujarnya. Tapi, Monde jsutru kembali menulis berita bahwa FAM UI terlibat dalam aksi bersama elemen dan LSM pendukung calon walikota Badrul Kamal di KPUD Depok pada Selasa (29/6). Padahal, kata Zara, semua anggota FAM UI sedang mempersiapkan aksi untuk petani di Jakarta. Ia mengakui teman-temannya emosi dan melakukan beberapa hal yang tidak dapat dia kendalikan. Menurut Zara, semula kedua belah pihak sepakat tidak mengambil gambar, baik lewat handycam yang dibawa FAM UI maupun kamera Monde. Tapi, kata Zara, Dadan tiba-tiba turun dari lantai dua dan mengambil gambar. Wartawan Monde, Dadan M. Ramdan, mengaku mendorong karena Zara bersama dua mahasiswi Ike dan Echi mengeroyok untuk merampas kameranya. Kamera baru dikembalikan keesokan harinya dengan memori yang sudah bersih.Karim, penulis berita soal tukang becak bayaran FAM UI, menyatakan ketiga orang tukang becak bernama Sartim, Wahyu dan Abdullah, diwawancarai tiga wartawan dari media Republika, Pakuan, dan Pakuan Raya. "Mereka jelas-jelas mengaku mau ikut demo karena diajak dan dijanjikan Rp25.000 oleh anak-anak FAM UI. Silahkan kumpulkan 21 tukang becak yang mereka bawa, saya akan tunjukkan mana tukang becak yang saya wawancarai, tegas Karim. Suliyanti Pakpahan

Berita terkait

BEM SI Ungkap Kejanggalan Aksi Mahasiswa Dukung Gibran di Balai Kota Solo

6 Februari 2024

BEM SI Ungkap Kejanggalan Aksi Mahasiswa Dukung Gibran di Balai Kota Solo

Aksi di Balai Kota Solo tersebut juga langsung ditemui Gibran. Dia mengajak koordinator lapangan masuk ke ruang kantornya dan bertemu empat.

Baca Selengkapnya

Ratusan Mahasiswa Datangi Balai Kota Solo, Dukung Gibran di Pilpres 2024

6 Februari 2024

Ratusan Mahasiswa Datangi Balai Kota Solo, Dukung Gibran di Pilpres 2024

Tanpa berbasa-basi, Gibran langsung menandatangani selembar surat bertuliskan Paksa Integritas. Peserta aksi menciumi tangan Gibran.

Baca Selengkapnya

5 Gerakan Mahasiswa Indonesia Terbesar Sepanjang Sejarah dan Pemicunya

5 Februari 2024

5 Gerakan Mahasiswa Indonesia Terbesar Sepanjang Sejarah dan Pemicunya

Gerakan mahasiswa muncul karena proses demokrasi dianggap tidak berjalan sebagai mana mestinya

Baca Selengkapnya

Difitnah Drop Out Sampai IPK Jeblok, Ketua BEM UGM Buka Bukti Transkrip Nilai

21 Desember 2023

Difitnah Drop Out Sampai IPK Jeblok, Ketua BEM UGM Buka Bukti Transkrip Nilai

Aksi BEM UGM mengkritik Jokowi juga dianggap pesanan atau ditunggangi partai politik tertentu karena bersamaan momentun Pemilu 2024.

Baca Selengkapnya

Dituding Anak Caleg, Ketua BEM UGM Pengeritik Jokowi Ambil Sikap Santai

16 Desember 2023

Dituding Anak Caleg, Ketua BEM UGM Pengeritik Jokowi Ambil Sikap Santai

Gielbran bersama BEM UGM sempat viral karena menggelar aksi dan memberikan gelar kepada Presiden Jokowi sebagai alumnus UGM paling memalukan.

Baca Selengkapnya

BEM UGM Minta Jokowi Bercermin Dulu Sebelum Singgung Etika Ketimuran Aksi Mahasiswa

16 Desember 2023

BEM UGM Minta Jokowi Bercermin Dulu Sebelum Singgung Etika Ketimuran Aksi Mahasiswa

Gielbran menyatakan, pihaknya justru bertanya-tanya ketika Jokowi menyinggung soal etika ketimuran saat mahasiswa menggelar aksi itu.

Baca Selengkapnya

Disebut Alumni Paling Memalukan, Jokowi Ingatkan BEM UGM soal Etika Ketimuran

11 Desember 2023

Disebut Alumni Paling Memalukan, Jokowi Ingatkan BEM UGM soal Etika Ketimuran

BEM Keluarga Mahasiswa UGM mengkritik Jokowi sebagai 'Alumni UGM Paling Memalukan'.

Baca Selengkapnya

Nobatkan Jokowi Alumnus UGM Paling Memalukan, BEM UGM : Saatnya Turun ke Jalan

9 Desember 2023

Nobatkan Jokowi Alumnus UGM Paling Memalukan, BEM UGM : Saatnya Turun ke Jalan

"Sertifikat ini juga akan kami kirimkan langsung ke beliau (Jokowi), tapi lewat pos saja, karena kita malas di sana banyak tikus," kata Gielbran.

Baca Selengkapnya

Demonstrasi Mahasiswa di Gedung Sate, Peringati Kasus Pelanggaran HAM dan Tuntut Bey Machmudin Benahi Jawa Barat

29 September 2023

Demonstrasi Mahasiswa di Gedung Sate, Peringati Kasus Pelanggaran HAM dan Tuntut Bey Machmudin Benahi Jawa Barat

Ratusan mahasiswa demonstrasi di Gedung Sate menuntut PJ Gubernur cepat tanggap selesaikan persoalan di Jawa Barat.

Baca Selengkapnya

LBH Pers Padang Desak Polisi Tangkap Pelaku Teror Mahasiswa di Bukittinggi

31 Agustus 2023

LBH Pers Padang Desak Polisi Tangkap Pelaku Teror Mahasiswa di Bukittinggi

Aktivis mahasiswa ini mengalami berbagai serangan perundungan, intimidasi, hingga teror, baik secara langsung dan tidak langsung.

Baca Selengkapnya