Bandar Selundupkan Narkoba Lewat Modus Paket Kecil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aparat kepolisian jajaran Polda Aceh memperlihatkan 12 paket sabu bersama tiga tersangka di ruang Satuan Narkoba Polsek Banda Sakti Lhokseumawe, Aceh. Rabu (21/12). ANTARA/Rahmad

    Aparat kepolisian jajaran Polda Aceh memperlihatkan 12 paket sabu bersama tiga tersangka di ruang Satuan Narkoba Polsek Banda Sakti Lhokseumawe, Aceh. Rabu (21/12). ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Gembong Yudha mengatakan bandar narkotik tak lagi menggunakan cara tradisional untuk mengirimkan barang dagangannya melalui paket ekspedisi dalam jumlah banyak. Modus yang kerap digunakan belakangan ini yakni mengirimnya dalam jumlah sedikit tapi disisipkan dalam ratusan paket pengiriman barang pakai. "Namanya teori peluru," kata Gembong di kantornya, Jumat, 9 Mei 2014. (Baca juga: Pakai Sabu-sabu, Anggota DPRD Banyuwangi Diadili)

    Gembong mengatakan para bandar biasanya menyisipkan maksimal 2 ons sabu-sabu atau narkoba lainnya ke dalam paket sepatu, tas, dan benda sehari-hari lainnya. Bandar menghindari pengiriman yang bersifat sekaligus dan memilih mencicilnya ke dalam satuan yang lebih kecil. Semua barang tersebut dikirimkan melalui jasa pengiriman paket yang tersebar di Pulau Kalimantan dan Sulawesi menuju Pulau Jawa.

    Dengan begitu, Gembong mengatakan kemungkinan paket kiriman yang lolos akan semakin banyak ketimbang yang terdeteksi polisi. "Ibaratnya, semakin banyak peluru yang ditembakkan bertubi-tubi dan ke segala arah, yang mengenai sasaran (tertangkap polisi) biasanya cuma satu atau dua orang, sedangkan yang lolos lebih banyak," katanya.

    Jasa pengiriman melalui perusahaan ekspedisi, kata Gembong, dianggap lebih aman lantaran pengawasannya yang longgar. Selain itu, pengiriman paket membuat para bandar dapat memantau dari jarak jauh tanpa khawatir tertangkap tangan. "Pengawasan pada jasa pengiriman masih lemah," katanya.

    Sebagai contoh, kata Gembong, polisi menangkap 14 bandar narkoba dengan barang bukti yang kebanyakan dikirim melalui paket ekspedisi antarpulau selama periode Maret-April 2014. Dalam sebulan, polisi menyita 1,9 kilogram sabu-sabu, 14 kilogram ganja, 1.407 butir ekstasi, dan 745 butir Happy Five.

    Gembong mengatakan semua tersangka ditangkap di Jakarta Barat. Meski begitu, ujar dia, tak ada pemetaan pasti mengenai wilayah peredaran narkoba di Jakarta Barat. Bandar dan pengedar akan mengamati wilayah yang menurut mereka sedang diamati oleh polisi. "Pergerakannya dinamis sekali," tuturnya. (Baca juga: Polisi Tangkap Bandar Sabu di Hotel Pluit).

    LINDA HAIRANI

    Berita lain:
    Cara Bupati Bogor Mengelak Disebut Terima Suap
    Boediono Sebut Yang Mulia, JK: Saya Cukup Pak Hakim 
    Ini Dia Kesalahan Pertama Van Gaal kepada MU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.