EKSKLUSIF: Begal Motor Sundut Muka Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Para begal motor asal Lampung Timur dikenal sadis. Tak cuma tega menyakiti calon korban, para begal ini juga tidak segan-segan melawan polisi yang ingin menjerat pelaku kejahatan di kampung mereka.

    Kejadian pahit itu pernah menimpa bekas kepala kepolisian di Melinting, salah satu kecamatan di Lampung Timur. Anggota Polsek Melinting, Brigadir Kepala Romly, mengisahkan pengalaman bekas komandannya kepada Tempo.

    Suatu hari, pada 2003, bekas komandan Romly berpatroli sendirian dengan bersepeda motor. Di jalan yang sepi, dia nyaris menjadi korban pembegalan setelah dipepet dua pemuda bersepeda motor.

    Untuk menghalau pembegal itu, ia melepaskan tembakan ke udara. Kalah nyali, dua pembegal itu melarikan diri ke arah pemukiman di Desa Tebing.

    Polisi tadi lalu mengejar mereka. Tapi, di pemukiman itu, ia justru yang dikepung dan ditawan massa. “Mukanya sampai disundut-sundut rokok,” kata Romly.

    Bekas komandan Romly itu lolos dari maut setelah Kepala Desa Tebing meredakan amarah warganya. Itu pun tak gratis. Ia dipaksa meneken perjanjian agar polisi tak coba-coba menggerebek desa itu.

    Agar tak disalahkan di kemudian hari, ia meneken perjanjian yang isinya kira-kira begini: polisi tak akan menggerebek Desa Tebing bila tak terjadi kejahatan di sana.

    TIM INVESTIGASI TEMPO

    Berita Menarik:
    Begal Motor Serang Polisi Pakai Sangkur, Didor..
    Begal Motor yang Tewas Dibakar Ternyata Warga Tangerang

    Simak indeks berita terbaru lainnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.