Pengerjaan MRT Ditarget Rampung Agustus 2018  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengerjaan proyek Mass Trapid Transit (MRT) di jalan Sudirman, Jakarta, 13 Agustus 2014.  ANTARA/Reno Esnir

    Pengerjaan proyek Mass Trapid Transit (MRT) di jalan Sudirman, Jakarta, 13 Agustus 2014. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.COJakarta - PT Mass Rapid Transportation Jakarta menargetkan akan menyelesaikan pekerjaan mereka pada Agustus 2018. Saat ini pengerjaan moda transportasi massa tersebut sedang pada tahap konstruksi skala besar di wilayah Fatmawati hingga Blok M. 

    "Kami tidak mundur dari rencana awal target selesai Agustus 2018," kata Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Muhammad Nasir, Senin, 23 Maret 2015.

    Namun Direktur Keuangan PT MRT Tuhiyat mengaku skeptis proyek tersebut selesai pada Agustus 2018. Ia mengaku lebih optimistis proyek selesai pada semester kedua tahun tersebut. "Targetnya akhir tahun 2018 sudah dapat beroperasi," kata dia. 

    Menurut Tuhiyat, serapan anggaran untuk proyek ini masih terbilang kecil. "Kalau ditotal dari awal masih Rp 1,5 triliun," kata dia. Sebab, kata dia, rata-rata belum menyetorkan invoice.

    Project Manager Elevated Construction Heru Nugroho mengatakan untuk proyek jalan layang (elevated), pengerjaan baru mencapai 12 persen. Sementara itu, untuk pengerjaan jalan bawah tanah sudah mencapai sekitar 21 hingga 22 persen. 

    "Kalau total keseluruhan, rata-rata 15 persen," kata dia. Ia menargetkan tahun ini akan menyelesaikan 24 persen pengerjaan proyek elevated.

    Untuk pengerjaan proyek tiang pancang Fatmawati-Blok M, Heru mengestimasikan pekerjaan selesai pada kuartal kedua 2016. Pelebaran jalan untuk penyediaan lokasi pembuatan tiang pancang yang telah dimulai Februari lalu diperkirakan selesai pada 1 November 2015. Pembuatan tiang pancang untuk jalur layang yang direncanakan akan dilaksanakan pekan ini ditargetkan selesai pada Mei 2016.

    Adapun proyek MRT untuk koridor selatan-utara pada fase pertama yaitu jalur Lebak Bulus-Bundaran HI akan dibangun 13 stasiun dan 1 depo. Dari 13 stasiun ini, terdapat tujuh stasiun layang (Lebak Bulus-Fatmawati-Cipete-Haji Nawi-Blok A-Blok M-Sisingamangaraja).

    Selain itu, ada enam stasiun bawah tanah (Senayan-Istora-Bendungan Hilir-Setiabudi-Dukuh Atas-Bundaran HI).

    DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tata Tertib Penonton Debat Capres 2019, KPU Siapkan Kipas

    Begini beberapa rincian yang perlu diperhatikan selama debat Capres berlangsung pada Kamis, 17 Januari 2019. Penonton akan disediakan kipas oleh KPU.