Orang Jakarta Kena Macet 400 Jam per Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iring-iringan mobil Presiden Jokowi dihadang kemacetan saat menuju Bandara Halim Perdanakusuma, di Jalan MH Thamrin, Bunderan HI, Jakarta, 5 Februari 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Iring-iringan mobil Presiden Jokowi dihadang kemacetan saat menuju Bandara Halim Perdanakusuma, di Jalan MH Thamrin, Bunderan HI, Jakarta, 5 Februari 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Kemacetan di Jakarta sudah sampai level yang memprihatinkan. Menurut People Development and Change Management Expert Alexander Sriewijono, masyarakat urban menghabiskan sekitar 400 jam di jalan selama setahun. Angka itu sama dengan 2,5 bulan waktu bekerja, hanya karena kemacetan lalu lintas.

    "Hal tersebut menyebabkan tingginya tingkat stres sebagai masyarakat urban. Di sinilah pentingnya emotionally recharging," ujar Alexander di Jakarta, Selasa, 21 April 2015. Alexander menambahkan, pada masyarakat urban terutama Jakarta, salah satu pemicu stres yang kerap muncul adalah kemacetan lalu lintas.

    Dia mengimbuhkan, banyak cara memerangi stres. Memanfaatkan setiap menit berkualitas bersama orang-orang tersayang adalah salah satunya. Kebersamaan dengan orang tersayang, ujar dia, dapat membuat orang kembali siap menghadapi berbagai tantangan hidup. 

    Alexander mengatakan waktu yang terbatas untuk berkumpul bersama orang-orang tersayang bukanlah masalah. Sebab, yang penting adalah menikmati setiap menit yang berkualitas. 

    "Memiliki waktu yang terbatas bukanlah penghalang, sebenarnya yang dibutuhkan hanyalah menikmati menit yang berkualitas," dia menambahkan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.