Imbas Tolikara, Polisi Perketat Pengamanan Gereja di Jabodetabek  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisan dengan membawa anjing pelacak melakukan penyisiran di setiap sudut dan halaman Gereja Katedral di Jakarta, 24 Desember 2014. Penyisiran tersebut untuk pegamanan di sekitar gereja dari benda yang mencurigakan saat malam Misa dan Natal. TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas kepolisan dengan membawa anjing pelacak melakukan penyisiran di setiap sudut dan halaman Gereja Katedral di Jakarta, 24 Desember 2014. Penyisiran tersebut untuk pegamanan di sekitar gereja dari benda yang mencurigakan saat malam Misa dan Natal. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan, dalam kaitan dengan insiden di Tolikara, Papua, pihaknya telah membangun komunikasi dengan gereja-gereja di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, guna meningkatkan pengamanan.

    "Saya kira Panglima Kodam Jaya dan Kapolda menjamin keamanan Jakarta," ujar Tito di Markas Polda Metro Jaya, Selasa, 21 Juli 2015. Tito berujar, petugas kepolisian juga telah berkomunikasi dengan mahasiswa-mahasiswa Papua yang berada di Jakarta. "Supaya mereka tenang." (Baca: EKSKLUSIF: Pengakuan Mengejutkan Pengonsep Surat Edaran Gidi)

    Tito mengingatkan semua kepala kepolisian resor di wilayah Polda Metro Jaya untuk melakukan antisipasi dan memperkuat keamanan di gereja meskipun ada tim khusus dari Polda dan Markas Besar Kepolisian RI yang bersiaga.

    Sementara itu, Panglima Komando Daerah Militer Jaya Mayor Jenderal Agus Sutomo meminta masyarakat menyikapi insiden Tolikara dengan cerdas, bijak, dan arif serta mengedepankan kekeluargaan. Dia mengibaratkan insiden Tolikara dengan sumbu petasan yang menyala.

    Berita Menarik 
    Ditinggal Mati Suami, Wanita Ini Ingin Menikahi Anjingnya
    Insiden Lillehammer, Kasus Salah Bunuh Agen Mossad
    ISIS Rekrut Ayam Jadi Pembom Bunuh Diri, Kehabisan Amunisi?

    "Ini ibarat sumbu panjang yang pada akhirnya dapat meledak. Karena itu, kita semua harus bertanggung jawab memadamkan sumbu api itu," kata Agus. Dia meminta masyarakat lebih mengutamakan kepentingan nasional.

    Menurut Agus, Kepala Polri juga telah menginstruksikan personel kepolisian agar proaktif melakukan tindakan preventif dan mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing oleh isu seputar insiden itu. "Maunya mereka yang membuat skenario, kejadian ini muncul di mana-mana. Petasannya akan meledak. Mereka itu ingin Indonesia jatuh di mata dunia. Ekonomi jatuh, timbul kerusuhan di mana-mana, dan yang rugi kita semua."

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.