Minggu, 18 November 2018

Pilkada Depok: Idris Shomad Gandeng Pradi Hadapi Dimas-Babai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Launching pemilihan walikota dan wakil walikota Depok di Bumi Wiyata, 20 mei 2015. TEMPO/Imam Hamdi

    Launching pemilihan walikota dan wakil walikota Depok di Bumi Wiyata, 20 mei 2015. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Gerindra memastikan berkoalisi bersama PKS dengan mengusung pasangan Idris Abdul Shomad-Pradi Supriatna untuk menghadapi Pilkada Kota Depok pada 9 Desember 2015. Saat ini, Idris adalah Wakil Wali Kota Depok.

    "Semua keputusan ada di pusat. Berdasarkan komunikasi antara Prabowo Subianto dan Anis Matta, koalisi sudah dipastikan," kata Ketua DPC Gerindra Kota Depok Pradi Supriatna, Rabu, 22 Juli 2015.

    Pasangan ini akan bertanding melawan duet PDIP dan Partai Golkar yang mengusung pasangan Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi (Ketua Partai Golkar Kota Depok).

    Pradi Supriatna mengatakan surat keputusan koalisi partai bakal dikeluarkan pekan ini. Gerindra, kata dia, bersedia menjadi wakil dalam koalisi ini. Keputusan koalisi ini berdasarkan komunikasi yang intensif dengan PKS.

    Ia mengatakan Gerindra mengaku legowo menjadi calon wakil wali kota, kendati memiliki kursi lebih banyak. Gerindra memiliki sembilan kursi, sedangkan PKS memiliki enam kursi dari 50 kursi di DPRD Kota Depok. "Kami patuh pada instruksi pusat. Yang menentukan semuanya DPP," ucapnya.

    Gerindra terus melakukan komunikasi dengan partai lain. Sejauh ini, Gerindra ingin menggandeng NasDem dan Hanura untuk bergabung bersama koalisi yang saat ini sudah terbentuk. "Surat keputusan untuk koalisi dengan PKS hari ini diserahkan ke DPC," ucapnya.

    Ketua DPD PKS Muhamad Supariyono mengatakan sejak awal Idris meminta dirinya harus dijadikan calon wali kota, bukan wakil lagi.

    "PKS bila Idris yang maju memang bargainingnya wali kota. Kecuali Imam Budi yang fleksibel, bisa calon wali kota atau wakilnya," ujar Supariyono.

    Ketua DPC PDIP Kota Depok Hendrik Tangke Allo mengatakan partai telah memastikan duet Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi. Dimas Oky merupakan kader yang direkomendasikan DPP PDIP, tanpa mengikuti konvensi yang telah dilakukan DPC PDIP Kota Depok.

    "Calon pusat. Penjaringannya bisa dari DPC, DPD dan DPP, yang memutuskan DPP, dan Dimas yang mendapatkan SK dari pusat," kata dia.

    Hendrik mengatakan keputusan DPP sudah tidak bisa diganggu gugat, kendati sebagian kader menolak pasangan ini. Ia mengatakan keputusan DPP memberikan rekomendasi kepada Dimas Oky, melalui pertimbangan yang matang. "Jadi, seharusnya sebagai kader patuh dengan keputusan partai. Semua sudah dipertimbangkan," ucapnya.

    Selain itu, menurut dia, kader yang menolak pasangan Dimas-Babai hanya sebagian kecil. "Jumlahnya bisa dihitung. Lebih banyak kader yang mendukung pasangan Dimas-Babai," ujarnya. "Bagi yang ikut konvensi juga harus memahami keputusan partai."

    Seperti diketahui, DPC PDIP telah melakukan konvensi calon Wali Kota Depok, dan terjaring tiga nama, yakni Rudi Samin, Achmad Nasir Biasane dan Soetadi Dipowongso. Namun, Dimas Oky Nugroho muncul disaat akhir penetapan calon.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.