Mengurai Kemacetan Bekasi-Jakarta Biayanya Rp 98 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di kawasan Kalimalang, Jakarta, 27 januari 2015. Pembangunan jalan tol Becakayu mandek sejak 1998 dan akan dilanjutkan mulai April mendatang. Proyek yang terdiri atas dua bagian, yaitu bagian I (Kasablanka-Jakasampurna) sepanjang 11 kilometer dan bagian II (Jakasampurna-Bekasi Utara) sepanjang 10,4 kilometer. Jalan Tol Becakayu diharapkan mampu mengurai kemacetan di wilayah Jabodetabek, terutama di Jalan Raya Kalimalang. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di kawasan Kalimalang, Jakarta, 27 januari 2015. Pembangunan jalan tol Becakayu mandek sejak 1998 dan akan dilanjutkan mulai April mendatang. Proyek yang terdiri atas dua bagian, yaitu bagian I (Kasablanka-Jakasampurna) sepanjang 11 kilometer dan bagian II (Jakasampurna-Bekasi Utara) sepanjang 10,4 kilometer. Jalan Tol Becakayu diharapkan mampu mengurai kemacetan di wilayah Jabodetabek, terutama di Jalan Raya Kalimalang. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bekasi: Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat segera menggunakan dana hibah dari DKI Jakarta senilai Rp 98 miliar. Dana tersebut untuk mendanai tiga proyek pemecah kemacetan di wilayah setempat. "Minggu kedua September mulai dikerjakan," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Tri Adhianto, Jumat 28 Agustus 2015.

    Tri mengatakan, proyek itu antara lain penyelesaian dan penyempurnaan jalan baru di sisi selatan Kali Malang atau Jalan KH Noer Alie hingga perbatasan dengan Jakarta. Panjangnya sekitar 3 kilometer, dengan lebar tujuh meter. "Untuk mengurangi kemacetan di Jalan Ahmad Yani dan KH Noer Alie," kata dia. "Apalagi sudah ada pintu tol Bekasi Barat 3."

    Menurut dia, pembangunan tahap awal sudah dikerjakan pada tahun lalu, berupa pembetonan. Adapun, seluruh bangunan liar di sepanjang jalur tersebut pun telah ditertibkan. Penyempurnaan, kata dia, akan dilengkapi dengan pembatas jalan di sisi saluran tarum barat. "Anggaran sebesar Rp 60 miliar," kata dia.

    Selain itu, kata dia, penyempurnaan jalan penunjang jembatan di atas tol Jakarta-Cikampek di sekitar pintu tol Bekasi Timur. Pelebaran jembatan itu sudah rampung sejak Desember 2014. Tapi, akses jalan yang masih sempit menuju jembatan itu dianggap menjadi biang kemacetan. Di titik itu, pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp 30 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.