Jatuh dari Lantai 15, Kematian Alumnus UI Ini Tak Wajar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Mayat

    Ilustrasi Mayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan tengah menyelidiki kematian Meiyanne Diah Permata Saad, alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia angkatan 1987. Perempuan itu meninggal setelah jatuh dari lantai 15 Apartemen Essence, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, pada Rabu lalu.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru mengatakan belum bisa memastikan penyebab jatuhnya Meiyanne. “Kami baru memeriksa empat saksi,” katanya.

    Kematian Meiyanne terjadi pada Rabu lalu sekitar pukul 22.30. Saat itu, Meiyanne mengunjungi temannya yang tinggal di apartemen tersebut. “Dia juga janjian dengan satu temannya lagi untuk bertemu di sana,” kata Audie. “Tapi belum sempat bertemu karena korban sudah jatuh lebih dulu."

    Artikel Menarik: Kenapa Mourinho Keok Hadapi Deretan Pelatih Berinisial P?

    Orang yang pertama kali mengetahui Meiyanne jatuh adalah juru parkir di apartemen itu. Dia curiga mendengar suara dentuman sangat keras. Setelah diperiksa, ternyata ada seorang wanita yang tergeletak di lantai dasar dengan tubuh luka-luka akibat terempas ke bumi.

    Diduga saat itu Meiyanne tewas di tempat. Jenazah Meiyanne dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk diotopsi. Kemarin, jenazahnya sudah dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

    Meiyanne masuk Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1987. Dia menikah dengan Hari Susanto dan dikaruniai dua anak.

    Sejumlah kerabat Meiyanne menilai kematian perempuan itu tidak wajar. Mereka menduga perempuan tersebut menjadi korban pembunuhan.

    Hingga kemarin petang, pihak keluarga tidak bersedia memberi keterangan apa pun ihwal kematian Meiyanne. “Saat ini kami belum bisa memberikan keterangan apa pun kepada wartawan. Mohon maaf,” kata seorang kerabat Meiyanne, di rumah duka, Jalan Cipaku, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    GANGSAR PARIKESIT | EGI ADYATAMA

    Baca juga:
    Buwas Ungkap Ada Pihak Ingin Dia Dimutasi & Penjelasan JK
    Pencopotan Waseso, Luhut: Prajurit Tak Boleh Ancam Atasan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.