Cerita Sang Ayah Sebelum Wiliyanto Tewas di dalam BMW

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ayah korban pembunuhan di dalam mobil BMW, Matali, mengatakan sebelum Wiliyanto menghilang, ia sempat bertemu dengan korban dan saat itu korban meminta dipinjamkan sejumlah uang. "Minta pinjam uang Rp 1,5 Juta," kata Matali, saat ditemui setelah pemakaman Wiliyanto di TPU Grogol, Kemanggisan, Minggu, 25 Oktober 2015.

    Kejadian itu, menurut Matali, terjadi pada Rabu, 21 Oktober 2015, saat itu korban ingin membeli sebuah sepeda motor, tapi karena tidak memiliki uang sebanyak itu, Matali tidak bisa memenuhi keinginan putranya itu. "Saya bilang enggak ada, dia bilang ya sudah enggak apa-apa," ujarnya.

    Matali juga mengatakan sebelum menghilang selama dua hari, beberapa hari sebelumnya, korban sempat bertemu dengan salah satu temannya, tapi ia tidak mengetahui identitas teman korban itu. "Belum ada seminggu ini kejadiannya." Saat pulang ke rumah setelah bertemu dengan temannya tersebut, Wiliyanto tampak seperti orang yang marah. "Dia pulang langsung cuci kaki terus tidur."

    Adapun jenazah korban tiba di TPU Grogol, Kemanggisan, sekitar pukul 17.00, dan dimakamkan sore ini pukul 18.15, pemakaman tersebut dihadiri keluarga korban dan kerabat lainnya. Keluarga korban terlihat sangat tegar saat pemakaman, meski mata dari ayah korban berkaca-kaca saat melihat jenazah anaknya memasuki liang lahat.

    Wiliyanto, 30 tahun, ditemukan tewas dalam mobil BMW dengan pelat nomor B-2074-RS, di bengkel milik kakak kandung korban, Andri, 41 tahun, pada Jumat, 23 Oktober 2015. Wiliyanto ditemukan Andri dan Dendi, 19 tahun, saat ditemukan kondisi korban sudah terbujur kaku dengan kondisi tangan dan kaki terikat dan terdapat ikatan di kening korban.

    Polisi memastikan korban telah meninggal dua hari sebelum ditemukan, saat ditemukan kondisi korban telah membengkak dan mobil BMW tersebut pun diketahui dalam keadaan terkunci. Polisi telah memeriksa enam orang saksi terkait dengan kejadian ini.

    DIKO OKTARA

    Baca juga:
    Dewie Limpo Terjerat Suap: Inilah Sederet  Fakta Mengejutkan
    Ribut Risma Tersangka: 5 Hal Ini Mungkin Anda Belum Tahu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.