Close

Jatuh Korban Tawuran Mahasiswa UKI dan YAI

Jum'at, 17 Oktober 2003 | 12:01 WIB

Jatuh Korban Tawuran Mahasiswa UKI dan YAI
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar pukul 10.00 WIB terjadi tawuran antara mahasiswa Universitas Persada Yayasan Administrasi Indonesia dan Universitas Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (17/10). Jalan Diponegoro sempat ditutup oleh aparat kepolisian dan mulai dibuka kembali sekitar pukul 10.50 WIB. Saat ini Jalan Diponegoro sudah dapat dilalui kendaraan, namun masih dipenuhi sisa batu dan bata sehingga menyulitkan para pemakai jalan. Bahkan, ada seorang pengendara motor yang sedang membonceng istrinya sempat terjatuh.

Akibat tawuran, jatuh 10 korban luka akibat kejadian tersebut. Namun belum ada pihak yang bisa dimintai konfirmasi.

Seorang mahasiswa yang belum jelas asalnya ditangkap polisi dari dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sekitar pukul 11.10 WIB. Belum diketahui motif penangkapan mahasiswa tersebut, karena tidak ada yang mau memberikan penjelasan.

Sementara itu, seorang mahasiswa UKI, Farah, dari jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UKI angkatan 1999 seusai tawuran mengatakan pada Tempo News Room, bahwa mereka pagi itu sedang kuliah tiba-tiba diserang batu dari arah gedung YAI. Farah menyesalkan ketika tawuran terjadi, polisi justru mengamankan mahasiswa UKI dikampusnya. Sedangkan mahasiswa YAI yang menyerang UKI dibiarkan saja.

Dalam peristiwa ini Kepolisian Resort Jakarta Pusat menurunkan sekitar 1 Satuan Setingkat Kompi dibantu oleh Kepolisian Sektor Menteng.

Para mahasiswa UKI yang berlindung di halaman RSCM sempat bentrok dengan para polisi yang berjaga di depan RSCM. Hal ini terjadi karena para mahasiswi mencemooh polisi, sehingga aparat sempat terpancing. Selain itu, beberapa mahasiswa UKI yang berada dihalaman kampusnya juga sempat bentrok dengan polisi sehingga, memancing kembali amarah para mahasiswa yang lain.

Sita Planasari A - Tempo News Room

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan