Close

Dokter Akan Adukan Kasus Malpraktek

Jum'at, 16 Juli 2004 | 19:10 WIB

Dokter Akan Adukan Kasus Malpraktek
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kasus malpraktek terus bermunculan. Kali ini, korbannya adalah isteri Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia, Marius Widjajarta. "Isteri saya jadi korban," kata Marius yang mengaku akan menempuh upaya hukum terkait kasus dugaan malpraktek itu, kepada TNR di Jakarta, Jumat (16/7).

Dugaan malpraktek itu dilakukan tim kesehatan dari Departemen Kesehatan yang membawa isteri Marius ke ahli patah tulang di Ciloto, Jawa Barat untuk diurut selama dua hari karena diduga menderita patah tulang dan mengikuti kegiatan alam bebas (outbound) yang diselenggarakan Badan Pelatihan Kesehatan. "Orang patah tulang, kok dibawa ke tukang urut tulang Cimande," kata Marius.

Menurut Marius, jika ada dugaan patah tulang, seharusnya mengikuti prosedur tetap kesehatan, yaitu diperiksa lewat sinar rontgen. Tapi yang terjadi adalah bukan tindakan medik. "Anehnya, ini dilakukan petugas kesehatan dari Departemen Kesehatan," kata Marius. Setelah mengikuti kegiatan urut itu, tulang isteri Marius yang patah, bahkan menjadi berserakan di dalam kulit. "Ini diketahui dari rontgen," kata Marius lagi.

Yophiandi - Tempo News Room

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan