Latihan Kerja Gratis Atasi Pengangguran

Kamis, 19 Mei 2005 | 03:43 WIB

Latihan Kerja Gratis Atasi Pengangguran
TEMPO Interaktif, Tangerang:Salah satu cara Pemerintah Kota Tangerang untuk mengentaskan pengangguran penduduknya, menyediakan balai latihan kerja (BLK) yang dikelola oleh Dinas Tenaga kerja (Disnaker). Pencari kerja di Kota Tangerang terdata dari tahun 2001 hingga kini yang belum mendapatkan pekerjaan ada 35 ribu orang. Rata-rata per tahunnya, sekitar 12 ribu tenaga kerja terserap di perusahaan di Kota Tangerang dari 15 ribu lowongan kerja yang ada.

Untuk mengantisipasi membludaknya pengangguran maka BLK
Disnaker sejak beberapa tahun terakhir telah mengadakan
pelatihan ketenagakerjaan seperti montir sepeda motor,
kursus menjahit, tata rias salon dan kelistrikan. Tahun
lalu menurut Kepala Dinas tenaga Kerja, Adang Turwana,
peserta pelatihan BLK tercatat 240 orang dan tahun ini
ada 200 orang.

Adang menyebut biaya setiap tahun yang dikeluarkan dan
dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah
(APBD) senilai Rp 500 juta. "Mereka ikut pelatihan
gratis. Malah setiap peserta diberikan ongkos
transportasi per hari lima ribu rupiah,"kata Adang.

Para peserta pelatihan ini akan mengikuti program
belajar selama 480 jam atau 3 bulan. Mereka akan
belajar dan praktek di BLK setiap harinya selama
sembilan jam. Serta pelatihan lima hari dalam sepekan.
Namun, para peserta latihan telah terseleksi
dan memenuhi syarat-syarat seperti berdomisili dan
ber-KTP Kota Tangerang, lulusan SMA atau sederajat.
"Kalau pendatang baru tidak diperkenankan. Bisa-bisa
mereka pakai KTP tembak,"kata Adang. Meskipun
pendatang, minimal sudah 2 tahun tinggal di Kota
Tangerang.

Menurut Adang setiap tahunnya, jumlah pendaftar pelatihan di BLK mencapai ratusan orang. Dari hasil pelatihan tiga bulan itu, 70 persen tersalur ke perusahaan dalam dan luar negeri. Tetapi, tidak
bekerjasama secara khusus dengan perusahaan di kota
Tangerang. Jika ada perusahaan yang memesan
tenaga kerja, Disnaker bisa mengirimkan lebih dari
jumlah yang diminta. "Bisa penuhi-lah. Misalnya ada yang
meminta lima orang, kami kirim 15 orang biar mereka
yang menyeleksi,"ujar Adang.

Ayu Cipta

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan