Close

Wawancara dengan Anggota Geng Motor Pita Kuning  

Selasa, 24 April 2012 | 05:58 WIB

Wawancara dengan Anggota Geng Motor Pita Kuning  
Sxc.hu

TEMPO.CO , Jakarta:- Geng motor yang satu ini bukan geng motor biasa. Mereka bergerak secara terorganisasi dan memiliki disiplin yang tinggi. Dalam setiap aksinya, mereka menandai diri untuk memudahkan koordinasi. Diduga, aksi geng motor terorganisasi ini dilakukan oleh prajurit TNI.

Penyerangan yang terjadi pada 7, 8, dan 13 April lalu dilakukan sebagai reaksi atas terbunuhnya anggota TNI AL, Kelasi Satu Arifin Siri. Seorang prajurit bercerita kepada Tempo, Jumat 20 April 2012 lalu, di sebuah tempat di Jakarta Pusat. Berikut ini petikan wawancaranya.

Geng motor berambut cepak atau berpita kuning dibentuk oleh anggota TNI?
Ya, khususnya Angkatan Laut. Ada sekitar 70 anggota AL dalam kelompok itu. Kelompok ini memang dibentuk sebagai reaksi atas tewasnya Kelasi Arifin Siri, 31 Maret lalu.

Sengaja berpita kuning?
Pita kuning itu bukan identitas, tapi penanda untuk pemberi komando. Kalau ada masalah dan massa harus dipecah, anggota harus mengikuti komando yang berpita kuning.

Ini operasi resmi?
Bisa dikatakan abu-abu. Kami tidak mendapat perintah resmi, tapi juga tak dilarang melakukan operasi ini. Atasan tentu tahu. Tapi alur komandonya saya tak tahu pasti. Seperti standar operasi intelijen, ada garis komando yang hilang.

Mengapa harus begitu?
Polisi sangat lamban mengusut kasus ini. Kami tidak langsung muncul setelah Arifin tewas. Ada jeda sekitar satu minggu sebelum penyerangan yang pertama. Untuk balas dendam, jeda waktunya terlalu lama. Tapi, kalau kami tidak mau menimbulkan kecurigaan, jeda waktu ini terlalu singkat. Tujuan kami memang ingin menunjukkan kepada polisi: “Kalau kalian tidak bergerak, kami bisa bergerak sendiri.”

Pengeroyokan ini acak atau terencana?
Terencana. Semua yang kena itu memang target kami. Sebenarnya kami sudah tahu siapa saja yang mengeroyok dan menyebabkan Arifin meninggal. Kami tidak bertindak menyapu bersih semua kelompok, hanya target tertentu.

Termasuk menghilangkan nyawa pun terencana?

Tentu kami tidak berencana membuat mereka tewas. Awalnya, kami hanya berencana menciduk, yah, dipukuli sih pasti.... Tapi, setelah itu, akan kami serahkan ke polisi. Tapi ada beberapa orang yang melawan dan akhirnya meninggal. Anggi, misalnya, ia mengeluarkan sangkur. Situasi jadi sulit dikendalikan sampai akhirnya ia meninggal.

Menurut Anda, mengapa polisi lamban?

Kami yakin ada anak jenderal polisi berbintang tiga yang terlibat dalam geng motor YGEN yang mengeroyok Arifin malam itu. Informasi ini juga sudah dikonfirmasi oleh intel satuan lain.

Ia juga turut menyebabkan meninggalnya Arifin?
Tujuh puluh persen tidak. Tapi, kalau polisi hanya melindungi anak jenderal itu, tentu yang lain akan “nyanyi”. Jadi, semua dilindungi.

l ANGGRITA DESYANI | ENDRI K

Berita terkait
Apa Kata Tifatul Soal Foto Syur Mirip Anggota DPR
Skandal Video Porno Anggota DPR, BK Akan Panggil Pelaku 
Siapa di Balik Geng Motor Y-Gen Jakarta Timur?
Geng Motor 'Pita Kuning' Ternyata Terpecah Dua 
Kasus Geng Motor, Provokator Pengeroyok Arifin Ditangkap
Kasus Geng Motor, Polisi Akan Gelar Rekonstruksi
Alasan Pengendara Yaris Putih Menembak Geng Motor
James Bon Pemburu Geng Motor

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan