Jokowi: Lurah Susan Tak akan Dipindahkan  

Sabtu, 31 Agustus 2013 | 12:47 WIB

Jokowi: Lurah Susan Tak akan Dipindahkan  
Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli saat berbincang dengan media yang ditemui di ruangannya, Jakarta (26/8). Ahok menegaskan tidak akan mengganti Lurah ini hanya karena permintaan subjektif warga. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Padang - Meskipun mendapatkan tantangan dari warga Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli akan tetap menduduki posisi Lurah Lentang Agung, Jakarat Selatan. "Tetap, tidak akan ada pemindahan," ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo setelah memberikan kuliah umum di Universitas Andalas (Unand) Padang, Sabtu, 31 Agustus 2013.

Jokowi mengaku penempatan Susan sebagai lurah sudah memenuhi kriteria. Sebab, ada uji kompetensi untuk penetapan lurah tersebut. "Dia juga memiliki prestasi. Ya sudah, saya tempatkan di sana," ujarnya.

Menurut mantan Wali Kota Solo ini, nanti akan ada evaluasi secara keseluruhan, termasuk Susan yang dilantik menjadi Lurah Lenteng Agung pada Juli lalu. "Tiap enam bulan akan ada evaluasi secara keseluruhan. Jadi untuk sekarang, tidak akan ada pemindahan," ujarnya.

Terkait adanya aksi penolakan terhadap Susan sebagai lurah oleh warga sekitar, Jokowi menganggap itu hal yang biasa. "Penolakan warga itu biasa. Toh, tiap hari ada demo. Biasa saja," ujarnya.

Sebelumnya, ratusan pengunjuk rasa yang menamakan diri Forum Penolakan Warga terhadap Penempatan Lurah Lenteng Agung meminta Lurah Susan mundur dari jabatannya. Mereka menganggap Susan yang beragama Kristen Protestan tak mewakili karakteristik masyarakat Lenteng Agung yang mayoritas muslim.

ANDRI EL FARUQI






Topik terhangat: Rupiah Loyo | Konvensi Partai Demokrat | Suap SKK Migas | Pilkada Jatim | Lurah Lenteng Agung






Berita terpopuler:
`Bunda` di Rekaman Luthfi Hasan Amat Berkuasa
Ini Dua Orang Penembak Polisi
Harga Emas Antam Anjlok Rp 15.000
Akad Nikah Bella Saphira-Agus Surya Pagi Ini
Istana, Reshuffle dan Dipo Disebut di Sidang LHI

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan