Close

Adiguna Sutowo Pernah Menembak Kepala Penagih Bill

Kamis, 31 Oktober 2013 | 15:36 WIB

Adiguna Sutowo Pernah Menembak Kepala Penagih Bill
Adiguna Sutowo. TEMPO/Tommy Satria

TEMPO.CO, Jakarta - Nama Adiguna Sutowo pertama kali mencuat ketika terbelit kasus pembunuhan seorang pegawai di Fluid Club and Lounge yang terletak di lantai dua Hotel Hilton Jakarta (sekarang Hotel Sultan), pada Januari 2005. Malam itu pergantian tahun 2004 ke 2005, putra bungsu Ibnu Sutowo, mantan Direktur Utama Pertamina, itu sedang bersama teman wanitanya sekitar pukul 04.00.

Dor! Tiba-tiba terdengar suara tembakan di tengah ingar-bingar musik house di Fluid Club and Lounge. Pengunjung yang sedang berjingkrak-jingkrak di bawah siraman kerlap-kerlip lampu tak terpengaruh. Padahal di samping bar yang berdekatan dengan lantai dansa, seseorang telah tergeletak meregang nyawa.

Pengunjung baru berhenti berjoget setelah musik dimatikan dan lampu terang dinyalakan. Mereka yang semula bergembira menyambut pergantian tahun 2004 menuju 2005 itu berubah terkesiap melihat sosok berpakaian abu-abu tergolek di lantai. Di kepalanya mengucur darah segar. Dia adalah Yohannes B. Haerudy Natong alias Rudy, 25 tahun, si penagih bill.

Sesaat kemudian, pintu masuk dan keluar klub ditutup. Pengaman hotel berbintang lima itu memeriksa pengunjung dengan metal detector. Senjata api tak ditemukan. Tapi sejumlah orang sempat melihat penembaknya. Salah seorang saksi menyebut pelakunya adalah pereli nasional Adiguna Sutowo, 47 tahun. "Saya melihat dia menembak dari jarak dekat," kata Daniel kepada polisi. Daniel adalah salah seorang bartender Fluid Club.

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan