Senin, 21 Oktober 2019

Siswa Penari Ratoh Jaroe Belum Dapat Honor, MPK OSIS Bikin Petisi

Reporter:

Imam Hamdi

Editor:

Suseno

Kamis, 20 September 2018 23:02 WIB

Petisi honor pelajar penari Ratoh Jaroe dalam Pembukaan Asian Games 2018 di situs Change.org

TEMPO.CO, Jakarta – Forum Majelis Perwakilan Kelas (MPK) Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) mengeluarkan petisi terkait honor penari Ratoh Jaroe Asian Games 2018. Petisi yang diberi judul 'Hak Siswa Indonesia terhadap Fee Asian Games' dikeluarkan di laman Change.org pada Rabu, 19 September sekitar pukul 16.00.

Baca:
Sekolah Ini Akhirnya Bagikan Honor Siswa Penari Ratoh Jaroe Asian Games?

Dalam petisi tersebut Forum MPK OSIS menuntut agar sekolah memberikan honor yang menjadi hak siswa sebagai penari. "Sebagai siswa yang telah menjalankan kewajiban dalam bernegara sudah menjadi kerinduan kami untuk memberikan yang terbaik. Namun, sekarang dimana hak yang seharusnya kami terima setelah pengabdian kami kepada negara?" tulis petisi tersebut.

Semalam, hingga pukul 23.51,  petisi itu telah ditandatangi oleh 5.050 orang. Petisi itu pun mendapat komentar dari orang yang menandatanganinya. Di antaranya dari Rafiansyah Aziz.  

"Teman-teman saya keringatnya sudah kering bahkan sudah menguap dan berkondensasi sampe turun hujan, terus diminum, terus jadi keringet, terus kering lagi. HAK SISWA yang sudah berpartisipasi belum juga diterima,” tulisnya.

Baca:
Selain Honor, Siswa Penari Ratoh Jaroe Asian Games Juga Dapat Ini

Rafiansyah tidak mempermasalahkan jika honor yang seharusnya diterima itu mendapat potongan. Hanya saja dia meminta penggunaan dana disampaikan secara transparan. “Selama ini kami menuntut transparansi jawabannya selalu berputar-putar," tulis Rafiansyah Aziz.

Warganet lainnya, Aulia Rahmawati menulis, "Kami bukannya komplain karena uang yang didapat dikit. Kami hanya ingin tahu mengapa yang tadinya bisa mendapatkan 15$ bisa hanya menjadi 3$ saja. Kami ingin tahu rincian potongan dana, bukan minta uangnya ditambah."

Advertising
Advertising

Dalam siaran pers yang diterima Tempo, panitia pelaksana Asian Games 2018 atau Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc) menyatakan telah menuntaskan pembayaran operasional acara pembukaan, termasuk pembayaran honor para penari.

Direktur Media dan Hubungan Masyarakat Inasgoc Ratna Irsana mengatakan, untuk penari berasal dari sekolah, uang operasional diberikan melalui sekolah masing-masing. Satu siswa mendapat 15 dolar AS atau sekitar Rp 200 ribu sekali latihan. Jika latihan yang diikuti sebanyak 15 kali maka total honor yang diterima menjadi sekitar Rp 3 juta per anak.

“Inasgoc membayar lewat EO ke sekolah. Dari EO sudah membayar lunas dan kami punya semua dokumen dan bukti transfernya,” kata Ratna.

Baca:
Honor Penari Ratoh Jaroe Asian Games Diributkan

Kemarin siang, Dinas Pendidikan DKI Jakarta dikabarkan telah mengundang sejumlah kepala sekolah untuk membahas masalah honor siswa yang terlibat dalam tari Ratoh Jaroe Asian Games tersebut. Namun hingga tulisan ini diturunkan, belum diperoleh hasil pertemuan di Dinas Pendidikan itu.