Jumat, 18 Juni 2021

Bupati Bogor: Syuting Sinetron Ikatan Cinta Harus Penuhi Protokol Kesehatan

Reporter:

Mahfuzulloh Al Murtadho

Editor:

Juli Hantoro

Kamis, 28 Januari 2021 13:45 WIB

Polisi dan Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor membubarkan kerumunan penonton syuting Ikatan Cinta di Pasir Angin, Kabupaten Bogor, Rabu 27 Januari 2021. Dok. Kapolsek Megamendung AKP Susilo.

TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, seharusnya syuting sinetron Ikatan Cinta dihentikan dulu karena mengundang kerumunan orang.

Apalagi dalam aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor pada poin huruf H mengatur segala kegiatan kebudayaan dihentikan selama PPKM berlanjut.

"Itu kan masuknya seni budaya dan adanya di wilayah Kabupaten Bogor. Saya sudah berikan instruksi ke Pol-PP untuk ditindaklanjuti," kata Ade Yasin di Sukaraja, Kamis 28 Januari 2021.

Advertising
Advertising

Syuting sinetron Ikatan Cinta dilakukan di daerah Cidadap, Desa Pasir Angin, Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor. Kemarin, polisi membubarkan masyarakat yang berkerumun karena menonton syuting sinetron tersebut.

Ade mengatakan bahwa aparat Satpol PP telah membubarkan kerumunan masyarakat tersebut.

Baca juga: Syuting Ikatan Cinta Picu Kerumunan di Megamendung, Satgas Covid-19 Turun Tangan

Menurut Ade, setelah itu Satpol PP juga akan melihat apakah aktivitas syuting sinetron Ikatan Cinta tersebut sudah memenuhi protokol kesehatan. Salah satunya adalah para pemain dan kru telah melakukan rapid test antigen berkala.

"Kalau lolos semua, ya bisa saja. Tapi kerumunan itu yang kita sayangkan," kata Ade.

Kepala Kepolisian Resor Bogor, Ajun Komisaris Harun, mengatakan saat ini di lokasi syuting sudah dilakukan peningkatan pengetatan protokol kesehatan. Selain itu, Harun menyebut, personelnya juga melakukan pengawasan melekat setiap harinya dengan memberikan arahan kepada pihak produksi film dan masyarakat.

"Kami sudah lakukan himbauan, termasuk kami minta pihak kru sinetron Ikatan Cinta melakukan pembatasan dan melarang adanya kerumunan," kata Harun.