Perda Larangan Buang Sampah DKI Dianggap Gertak Sambal

Reporter

Editor

Kurniawan

Senin, 11 Mei 2015 08:25 WIB

Seorang pemulung mengais sampah yang menumpuk di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu 7 Januari 2015. Tinggi tumpukan sampah tersebut melebihi dari tinggi orang dewasa. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun Pemerintah Kota Jakarta Barat menjalankan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang larangan membuang sampah sembarangan, gunung sampah tetap menghantui Jakarta Barat. Tak hanya di pasar, gunungan sampah dapat juga ditemui di perempatan jalan besar, kolong jembatan dan sungai.

Di Daan Mogot, Cengkareng, gunungan sampah setinggi dua meter dari permukaan air dapat ditemukan dengan mudah di Kali Mookervart. Tepat di muka jembatan Duri Kosambi dipasang spanduk larangan membuang sampah di sungai. Tetapi, lima langkah dari spanduk itu ada seorang remaja yang membuang sampah plastik bekas makanan sambil tetap mengendarai motornya.

"Itu cuma kayak pajangan aja, nggak efektif," kata Ahmad Rifai, pengojek berusia 23 tahun yang biasa menunggu pelanggan di muka jembatan. Minggu, 10 Mei 2015. Ia kerap menegur pejalan kaki yang membuang sampah ke pinggir taman atau ke kali, tetapi ia juga harus bersiap-siap diberi senyum sinis sampai beradu argumen.

Masyarakat Duri Kosambi, kata Fajar Nurdiansyah, 28 tahun, sudah tahu sanksi yang berlaku untuk pelanggar Perda tersebut. Beberapa masyarakat, kata dia, menganggap denda Rp 500 ribu memberatkan. "Tapi nggak ada jera. Itu dianggap paling cuma kenceng di awal aja. Kalau mau betulan supaya kapok buang sampah sembarangan, ya, pemerintah pasang saja CCTV," kata dia.

Di Kota Tua, yang merupakan pusat wisata sejarah, sampah gelas plastik dan bekas pembungkus makanan berserakan di seluruh sudut Taman Fatahillah. Pengunjung enggan meraih tempat sampah terdekat. "Malas ke situ (tempat sampah), jauh. Ini nggak ada petugas yang nangkep kan?" kata Indri, 21 tahun, sambil melirik ke arah satpol PP yang biasa patroli di kawasan Kota Tua.

Indri mengaku tahu soal perda larangan membuang sampah sembarangan. Ia mengatakan pernah membaca berita soal sidang besar-besaran yang dilakukan Wali Kota Anas Effendi untuk menghukum pelanggar perda larangan membuang sampah sembarangan. "Tapi kayaknya sekarang ini nggak bakal ada lagi ya," kata dia sambil tertawa.

DINI PRAMITA

Berita terkait

63 Tahun Bank DKI, Profil Bank Peraih The Best Performance Bank untuk Kategori BPD 2023

21 hari lalu

63 Tahun Bank DKI, Profil Bank Peraih The Best Performance Bank untuk Kategori BPD 2023

Bank DKI merupakan bank yang memiliki status BUMD. Didirikan sejak 11 April 1961, kepemilikan saham Bank DKI dipegang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca Selengkapnya

Uji Coba Account Based Ticketing di MRT, LRT, dan Transjakarta, Bagaimana Mekanismenya?

57 hari lalu

Uji Coba Account Based Ticketing di MRT, LRT, dan Transjakarta, Bagaimana Mekanismenya?

Bagaimana mekanisme penerapan tiket berbasis akun atau Account Based Ticketing di MRT, LRT, dan Transjakarta?

Baca Selengkapnya

Begini Cara Kerja TPS 3R yang Mampu Mengolah 50 Ton Sampah Per Hari

16 Februari 2024

Begini Cara Kerja TPS 3R yang Mampu Mengolah 50 Ton Sampah Per Hari

Pengolahan sampah berbasis reduce-reuse-recycle atau yang populer disebut TPS 3R bisa mengolah sekitar 50 ton sampah per hari.

Baca Selengkapnya

Undip dan Brin Kembangkan Pendeteksi Logam Berat dalam Limbah Industri

26 Oktober 2023

Undip dan Brin Kembangkan Pendeteksi Logam Berat dalam Limbah Industri

BRIN dan Universitas Diponegoro (Undip) menjalin kolaborasi riset untuk pengembangan metode alternatif pendeteksi logam di limbah industri.

Baca Selengkapnya

Cerita Warga Bekasi Kena Penyakit Kulit karena Air PAM, Sempat Dikira Sebab Udara Kotor

19 September 2023

Cerita Warga Bekasi Kena Penyakit Kulit karena Air PAM, Sempat Dikira Sebab Udara Kotor

Menurut pelanggan Perumda Tirta Patriot itu, banyak warga Bekasi yang juga mengalami penyakit kulit karena air PAM, selain dirinya.

Baca Selengkapnya

Kali Bekasi Tercemar Limbah Industri Hitam dan Bau, Suplai Air PAM 40 Ribu Pelanggan Sudah 3 Hari Terhenti

15 September 2023

Kali Bekasi Tercemar Limbah Industri Hitam dan Bau, Suplai Air PAM 40 Ribu Pelanggan Sudah 3 Hari Terhenti

Akibat suplai air PAM terhenti 3 hari, warga Bekasi terpaksa beli air isi ulang dan tidak mandi untuk menghemat air.

Baca Selengkapnya

Kali Bekasi Tercemar Limbah Industri, Suplai Air PAM Warga Terganggu

11 Agustus 2023

Kali Bekasi Tercemar Limbah Industri, Suplai Air PAM Warga Terganggu

Perumda Tirta Patriot mengambil air Sungai Kalimalang sebagai penetral untuk dicampur dengan air baku Kali Bekasi.

Baca Selengkapnya

Bapanas Bareng Hero Supermarket DKI Gelar Program Food Rescue

21 Februari 2023

Bapanas Bareng Hero Supermarket DKI Gelar Program Food Rescue

Bapanas bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Hero Supermarket meluncurkan program Food Rescue.

Baca Selengkapnya

Mengenal Limbah B3, Begini Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Limbah Elektronik dan Industri

30 November 2022

Mengenal Limbah B3, Begini Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Limbah Elektronik dan Industri

Limbah B3 dibagi menjadi limbah elektronik dan fashion. Hal ini menjadi permasalahan utama yang akan menyerang kondisi manusia dan lingkungan dalam keseharian.

Baca Selengkapnya

PSI Soroti Setoran Deviden Jamkrida Jakarta yang Terus Turun

3 Agustus 2022

PSI Soroti Setoran Deviden Jamkrida Jakarta yang Terus Turun

PSI Jakarta mendorong Jamkrida Jakarta memanfaatkan penambahan modal dasar untuk memperbaiki kondisi perusahaan yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Baca Selengkapnya