Taksi Uber Akui Tak Bayar Pajak

Rabu, 8 Juli 2015 15:06 WIB

Logo Taxi Uber. blog.uber.com

TEMPO.CO, Jakarta - Uber tak membayar pajak setelah selama hampir satu tahun beroperasi di Jakarta. Hal itu diungkapkan oleh International Launcher Uber, Alan Jiang. “Kami baru wajib membayar pajak jika sudah menarik service charge,” katanya dalam konferensi pers di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2015.

Uber di luar Indonesia memperoleh service fee 20 persen dari harga layanan, dan sisanya merupakan hak pengemudi. Tapi, di Indonesia, kata Jiang, hingga saat ini pengemudi memperoleh semua uang jasa yang dibayarkan penumpang. Perusahaan yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat, itu belum berencana menarik tarif dari penumpang dalam waktu dekat.

Alasan Jiang, Indonesia merupakan pasar potensial. Penumpang baru akan dikenai biaya itu jika Uber sudah mapan di Indonesia. “Tapi ini bukan untuk menghindari pajak. Kami hanya ingin menyediakan alat transportasi yang aman dan murah,” katanya.

Jiang mengklaim sudah mendatangi Badan Koordinasi Penanaman Modal dan pemerintah Jakarta untuk mengurus pembentukan perusahaan. Tapi pria yang merangkap Acting General Manager Uber ini membantah lamanya proses pengurusan administrasi itu sebagai upaya perusahaannya menunda pembayaran pajak. “Kami pasti menarik service charge, tapi belum tahu kapan,” ujarnya.

Selain itu, Jiang menjelaskan, Uber bukan perusahaan transportasi dan tak wajib membayar pajak seperti perusahaan-perusahaan lain. Ia berujar, Uber adalah perusahaan teknologi yang mempertemukan pengemudi dengan penumpang.

Tapi Uber menentukan tarif Rp 7.000 sebagai tarif awal ditambah tarif per menit Rp 500 dan Rp 2.850 per kilometer. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyatakan perusahaan yang mengangkut penumpang atau barang dan menentukan tarif tergolong perusahaan transportasi.

Pembayaran pajak yang berkaitan dengan kegiatan usaha, Jiang berujar, hanya dilakukan oleh pengemudi yang tergabung dalam Koperasi Jasa Trans Utama. Pajak yang dibayarkan meliputi pajak kendaraan bermotor dan pajak penghasilan. Ketua Koperasi Jasa Trans Utama Hariyanto Mangundihardjo menyatakan para pengemudi Uber belum menyetorkan pajak penghasilan mereka. “Masih dihitung formulasinya,” katanya.

Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tetap mewajibkan Uber berbadan hukum jika ingin beroperasi di Indonesia. Ia menganggap Uber melanggar peraturan pemerintah mengenai jasa layanan transportasi lantaran tak membayar pajak, tak berizin resmi, dan berpelat hitam. “Kami menunggu janji Uber ditepati,” katanya di Balai Kota.

LINDA HAIRANI

Berita terkait

Taksi Bluebird Ganti Transmover Avanza Baru, Tarif Bakal Naik

12 Desember 2023

Taksi Bluebird Ganti Transmover Avanza Baru, Tarif Bakal Naik

Bluebird di tahun ini menambah sekaligus melakukan peremajaan dengan total 750 unit Transmover terbaru.

Baca Selengkapnya

Imbas Kenaikan Harga BBM, Tarif Bus Ekonomi Antarkota di Jawa Barat Naik 16 Persen

14 September 2022

Imbas Kenaikan Harga BBM, Tarif Bus Ekonomi Antarkota di Jawa Barat Naik 16 Persen

Tarif bus ekonomi antarkota dalam provinsi (AKDP) di Jawa Barat resmi naik 16 persen usai kenaikan harga BBM.

Baca Selengkapnya

Pemberlakuan Batas Tarif Taksi Online Akan Diawasi Ketat

19 Desember 2018

Pemberlakuan Batas Tarif Taksi Online Akan Diawasi Ketat

Pemerintah memastikan bakal mengawasi ketat kepatuhan para operator taksi online dalam memberlakukan tarif operasionalnya.

Baca Selengkapnya

Aturan Baru Taksi Online Diteken, Tarif Tak Boleh Lebih Rp 6.500

13 Desember 2018

Aturan Baru Taksi Online Diteken, Tarif Tak Boleh Lebih Rp 6.500

Kemenhub meneken aturan baru tentang taksi online.

Baca Selengkapnya

Black Cab, Taksi Ikonik Kota London Kini Bertenaga Listrik

7 Desember 2017

Black Cab, Taksi Ikonik Kota London Kini Bertenaga Listrik

Tarif taksi bertenaga listrik ini sama dengan tarif taksi konvensional sehingga penumpang tak perlu mengeluarkan biaya tambahan.

Baca Selengkapnya

Hari Pertama Tarif Baru Taksi Online, Perusahaan Tawarkan Harga Beragam

1 November 2017

Hari Pertama Tarif Baru Taksi Online, Perusahaan Tawarkan Harga Beragam

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang taksi online resmi berlaku hari ini, Rabu, 1 November 2017.

Baca Selengkapnya

Mahalnya Tarif Taksi di Jepang: Jarak 40 KM Argo Tembus Jutaan

29 Oktober 2017

Mahalnya Tarif Taksi di Jepang: Jarak 40 KM Argo Tembus Jutaan

Tarif taksi di Jepang jauh lebih mahal dibandingkan Indonesia.

Baca Selengkapnya

Kinerja Anjlok, Ini Rencana Bisnis Taksi Express

8 Oktober 2017

Kinerja Anjlok, Ini Rencana Bisnis Taksi Express

Kinerja keuangan operator taksi Express , PT Express Trasindo Utama Tbk, pada semester pertama 2017, turun hingga 57 persen.

Baca Selengkapnya

MTI Jelaskan Penyebab Laba Industri Taksi Semakin Kecil

6 Oktober 2017

MTI Jelaskan Penyebab Laba Industri Taksi Semakin Kecil

Ketua Dewan Pakar Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesit mengatakan margin atau laba industi taksi semakin lama semakin kecil.

Baca Selengkapnya

Pendapatan Turun 50 Persen, Ini Curhatan Sopir Taksi Express

6 Oktober 2017

Pendapatan Turun 50 Persen, Ini Curhatan Sopir Taksi Express

Pendapatan sopir taksi Express menurun 50 persen dalam setahun terakhir.

Baca Selengkapnya