3 in 1 Resmi Dihapus Hari Ini, Ahok Minta Ganjil-Genap

Reporter

Senin, 16 Mei 2016 12:08 WIB

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat uji coba hari pertama penghapusan 3 in 1 di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, 5 April 2016. Uji coba penghapusan 3 in 1 ini akan dilakukan dua tahap yakni pada 5-8 April dan 11-13 April 2016. TEMPO/M Iqbal Ichsan

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya segera mengkaji penerapan sistem ganjil-genap. Sebab, sistem itu akan diterapkan setelah pemerintah DKI, Direktorat Lalu Lintas, dan Dinas Perhubungan sepakat menghapus jalur 3 in 1.

"Saya bilang sama Ditlantas yang baru, ‘Tolong Bapak pelajari, bikin forum grup diskusi, mudaratnya gimana, bocornya gimana, razianya gimana, nanti orang ganti pelat gimana’. Kalau udah siap, tinggal jalan, sambil nunggu ERP," kata Ahok di SDN Petojo Utara 13 Pagi, Jakarta Pusat, Senin, 16 Mei 2016.

Ahok menuturkan pemberlakuan sistem ganjil-genap tidak akan sulit karena beberapa ruas jalan 3 in 1 telah dipasangi kamera CCTV. Selain itu, saat pengendara memasuki jalan bekas 3 in 1, mereka akan terjebak macet di lampu merah. Saat itulah petugas akan datang memeriksa secara random STNK pengendara.

"Pokoknya saya udah bilangin petugas Dishub semua sama polisi. Tapi, tiap kali lampu merah, kamu harus berani langsung 20-50 orang ketok pintu. Yang terjebak, cek STNK, begitu ada palsu, pidana. Percaya atau enggak, ini lebih gampang daripada 3 in 1. Ganjil-genap orang mau malsuin pasti mikir," ujarnya.

Setelah mencabut Peraturan Gubernur Nomor 110 tahun 2012 tentang pemberlakuan 3 in 1, pemerintah DKI kini tengah menggodok alternatif untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Ada dua alternatif, yakni pemberlakuan sistem ganjil-genap dan penerapan jalan berbayar atau electronic road pricing.

Pada Jumat lalu, Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansyah mengatakan pihaknya akan membahas persiapan pemberlakuan sistem ganjil-genap dengan Polda Metro Jaya. Nantinya sistem ganjil-genap itu akan berlaku di ruas jalan bekas jalur 3 in 1.

Sistem ganjil-genap akan berlaku sesuai dengan tanggal kalender tahun yang berlaku. Misalnya tanggal 1, berarti hanya kendaraan berpelat nomor ganjil yang boleh melintas. Kemudian, untuk tanggal 2, hanya boleh kendaraan berpelat nomor genap.

Nantinya, kepolisian akan terjun ke lapangan dengan menindak pengendara yang tidak mematuhi peraturan ganjil-genap dengan sanksi tilang. Bahkan, apabila ada pengendara yang tertangkap memalsukan pelat nomor polisi, kepolisian akan mempidanakannya.

DESTRIANITA KUSUMASTUTI

Berita terkait

4 Wajah Lama Ini Kembali Muncul dalam Bursa Bakal Calon Gubernur Pilkada 2024

2 hari lalu

4 Wajah Lama Ini Kembali Muncul dalam Bursa Bakal Calon Gubernur Pilkada 2024

Sejumlah nama bakal calon gubernur di Pilkada 2024 sudah mulai bermunculan, termasuk 4 wajah lama ini. Siapa saja mereka?

Baca Selengkapnya

Pakar Sebut Ahok Masih Berminat Maju di Pilkada Jakarta, Apa Alasannya?

3 hari lalu

Pakar Sebut Ahok Masih Berminat Maju di Pilkada Jakarta, Apa Alasannya?

Ahok akan bersaing dengan sejumlah nama populer dalam Pilkada Jakarta 2024.

Baca Selengkapnya

Ahok Masuk Bursa Cagub DKI dari PDIP Selain Risma, Andika Perkasa, dan Basuki Hadimuljono

5 hari lalu

Ahok Masuk Bursa Cagub DKI dari PDIP Selain Risma, Andika Perkasa, dan Basuki Hadimuljono

PDIP mulai menjaring empat nama yang akan menjadi calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta. Lantas, siapa saja bakal cagub DKI Jakarta yang diusung PDIP?

Baca Selengkapnya

Selain Galih Loss, Ini Daftar Kasus Dugaan Penistaan Agama di Indonesia

8 hari lalu

Selain Galih Loss, Ini Daftar Kasus Dugaan Penistaan Agama di Indonesia

Kasus yang menjerat Galih Loss menambah daftar panjang kasus penistaan agama di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Gaya Ahok, Anies, dan Heru Budi Tangani Banjir di DKI Jakarta

37 hari lalu

Gaya Ahok, Anies, dan Heru Budi Tangani Banjir di DKI Jakarta

Banjir melanda sebagian wilayah di DKI Jakarta kerap terjadi berulang kali. Berikut gaya gubernur DKI menyikapi banjir di wilayahnya.

Baca Selengkapnya

Mereka yang Dijerat Kasus Penistaan Agama, Ahok hingga Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al Zaytun

37 hari lalu

Mereka yang Dijerat Kasus Penistaan Agama, Ahok hingga Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al Zaytun

Berikut sederet kasus penistaan agama yang dijatuhkan vonis untuk Ahok, Arya Wedakarna, dan terakhir Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al Zaytun.

Baca Selengkapnya

81 Tahun Ma'ruf Amin, Berikut Jalan Politiknya dan Pernah Punya Story dengan Ahok

51 hari lalu

81 Tahun Ma'ruf Amin, Berikut Jalan Politiknya dan Pernah Punya Story dengan Ahok

Ma'ruf Amin berusia 81 tahun pada 11 Maret ini. Berikut perjalanan politiknya hingga menjadi wapres, sempat pula berseteru dengan Ahok.

Baca Selengkapnya

Ramai Soal KJMU, Apa itu Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul yang Diinisiasi Ahok dan Diteruskan Anies Baswedan?

55 hari lalu

Ramai Soal KJMU, Apa itu Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul yang Diinisiasi Ahok dan Diteruskan Anies Baswedan?

Ramai di media sosial soal Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul yang disebut diberhentikan sepihak oleh Pemprov DKI Jakarta. Apa beda KJMU dan KJP Plus?

Baca Selengkapnya

Jika Ahok Berminat Maju di Pilkada DKI Jakarta, Status Mantan Narapidana Bisa Mengganjalnya? Ini Kata UU Pilkada

56 hari lalu

Jika Ahok Berminat Maju di Pilkada DKI Jakarta, Status Mantan Narapidana Bisa Mengganjalnya? Ini Kata UU Pilkada

Pengamat politik Adi Prayitno sebut nama Ahok dan Anies Baswedan masih kuat di Jakarta. Bagaimana dengan Ridwan Kamil?

Baca Selengkapnya

69 Tahun Deddy Mizwar, Perjalanan Karir Jenderal Nagabonar dari Aktor hingga Politisi

56 hari lalu

69 Tahun Deddy Mizwar, Perjalanan Karir Jenderal Nagabonar dari Aktor hingga Politisi

Menjadi politisi sambil tetap aktif dalam dunia film. Begini perjalanan Deddy Mizwar menapaki dua bidang yang berbeda tersebut.

Baca Selengkapnya