Sisi Lain Joker Si Perusuh Kebaktian Pulogebang

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Noesam Sulaiman setelah dipukuli beberapa orang tak dikenal, sore menjelang Maghrib, 24 September 2017. Dok. warga

    Kondisi Noesam Sulaiman setelah dipukuli beberapa orang tak dikenal, sore menjelang Maghrib, 24 September 2017. Dok. warga

    TEMPO.CO, Jakarta - Nasoem Sulaiman telah meminta maaf atas perbuatannya mengganggu kebaktian Pulogebang. Pria ini sempat dihajar empat pria bertubuh tinggi dan besar di rumahnya, hanya 24 jam setelah tindakannya terhadap jemaat KGPM Sidang Daniel di lantai  tiga, Blok F Rusun Pulogebang, Jakarta Timur.

    Joker, nama lain Nasoem, juga diketahui sudah tiga kali berupaya membubarkan kebaktian secara kasar, dari menggedor pintu, memasang petasan, berteriak-teriak, sampai membawa senjata tajam. Namun di balik perbuatannya itu, ternyata dia memiliki sisi kehidupan yang lain. Sejumlah warga rumah susun (rusun) menghormati dia sebagai orang yang ramah dan rajin beribadah.

    “Bang Joker itu orang baik,” kata Yono, warga rusun, kepada Tempo pada Ahad, 24 September 2017.

    Yono menerangkan, sebelum melakukan tindakan mengganggu jemaat KGPM Sidang Daniel pada Sabtu, 23 September 2017, Nasoem melakukan kerja bakti untuk memperbaiki saluran air di Blok B. “Kalau bukan orang baik, mana mungkin bantu kerja bakti di blok lain,” ujarnya.

    Nasoem juga sering melakukan kegiatan masyarakat lainnya di rusun. Pada peringatan 17 Agustus 2017, Nasoem menjadi salah satu panitia acara. “Bang Joker enggak pernah rese. Dia guru ngaji,” ucapnya.

    Joker juga dianggap sebagai tokoh agama lantaran sering menjadi imam dalam salat berjamaah di masjid rusun. “Bang Joker yang jadi imam setiap salat Subuh,” kata Makshum, warga Blok F. Menurut dia, Joker juga anggota majelis di Jakarta.

    Inggrid Palandeng, tuan rumah kebaktian yang diganggu Joker, menyatakan di hari biasa dirinya tidak pernah diganggu dan bergaul selayaknya tetangga. “Hanya saat ibadah saja,” tuturnya.

    Sabtu, 23 September 2017, Joker datang menuju lantai tiga, Blok F, Rusun Pulo Gebang berusaha membubarkan ibadah jemaat KGPM Sidang Daniel. Dalam video yang viral di media sosial, Joker terlihat marah sambil meneriaki ibu-ibu dan anak-anak yang mengikuti ibadah. Joker terlihat membawa gergaji besi dan kapak.

    Kasus ini selesai dengan mediasi antara Nasoem dan Inggrid Palandeng, tuan rumah dilangsungkannya kebaktian Pulogebang, pada Sabtu malam, di Polsek Cakung, Jakarta Timur. Nasoem telah meminta maaf secara tertulis dan berjanji tidak akan melakukan tindakan serupa.

    MUHAMMAD NAFI’


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.