Jonru Tersangka Ujaran Kebencian Lalu Ditahan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jonru Ginting. twitter.com

    Jonru Ginting. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus ujaran kebencian via media sosial yang membelit Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru menapaki babak baru. Polisi menetapkan Jonru tersangka kemudian menahannya. 

    "Setelah (Jonru) selesai diperiksa, penyidik melakukan gelar perkara. Dalam gelar perkara ditetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono pada saat dihubungi, Jumat, 29 September 2017. 

    Argo menuturkan, pegiat media sosial itu masih diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan masih dalam status penangkapan. "Hari ini dia diperiksa sebagai tersangka," ujarnya.

    Menurut Argo, polisi juga telah menggeledah tempat tinggal Jonru untuk mencari barang bukti. Hasilnya, polisi menyita laptop, flashdisk, dan sejumlah barang yang berkaitan dengan kasus yang menjerat Jonru.

    Ia mengatakan, ada kemungkinan Jonru ditahan setelah pemeriksaan sebagai tersangka. "Nanti kita tunggu setelah status penangkapannya habis, 1x24 jam. Penyidik nanti pasti ada keputusan," kata Argo.

    Kuasa hukum Jonru, Djudju Purwanto, memastikan kliennya ditahan. Penahanan dilakukan setelah polisi memeriksa kliennya pada Kamis sore, 28 September 2017. "Pemeriksaan dari sore kemarin itu sampai lewat tengah malam dinihari. Tiba-tiba tersangka, langsung ditahan," kata Djudju saat dihubungi, Jumat, 29 September 2017.

    Pengacara Muannas Alaidid melaporkan Jonru atas tuduhan ujaran kebencian. Muannas menganggap unggahan Jonru di akun Facebook mengandung sentimen suku, agama, dan ras yang sudah akut. Salah satunya unggahan Jonru yang menyebut Indonesia dijajah Belanda dan Jepang pada 1945, tapi pada 2017 dijajah etnis Cina.

    Muannas Alaidid telah diperiksa penyidik pada Senin, 4 September 2017. Setelah Muannas, penyidik juga meminta keterangan dari dua saksi, yaitu Guntur Romli dan Slamet Abidin.

    Menurut Djudju, penahanan Jonru terlalu dipaksakan. Polisi beralasan bahwa sudah memiliki bukti yang cukup. Selain itu, Jonru ditahan karena sangkaannya adalah Pasal 28 ayat 2 UU ITE dengan ancaman di atas 5 tahun. "Alasannya normatif saja," ujarnya

    Jonru memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa di Polda Metro Jaya pada Kamis sore, 28 September sekitar pukul 15.40 WIB, setelah disebut mangkir beberapa waktu lalu. Jonru semula dipanggil sebagai saksi atau terlapor pengaduan ujaran kebencian oleh Muannas Alaidid. Kemudian dia ditahan dan muncuk status Jonru tersangka.

    FRISKI RIANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.