Keriuhan Stasiun Palmerah Jadi Salah Satu Simpul Aksi 299

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendemo mengarak bendera saat mengikuti aksi 299 yang digelar di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, 29 September 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pendemo mengarak bendera saat mengikuti aksi 299 yang digelar di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, 29 September 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -Stasiun kereta api Palmerah di Jakarta Selatan sempat menjadi titik simpul massa peserta Aksi 299 yang digelar di depan gedung DPR/MPR, hari ini.

    Pantauan Tempo pada pukul 14.15 WIB hingga sore hari, massa bergerak dari arah Gedung Manggala Wanabhakti dan Stasiun Palmerah menuju Gedung MPR/DPR di Jalan Gatot Subroto.
    Baca : Massa Aksi 299 di Tugu Tani Hanya Sedikit, Sebab...

    Sebagian besar peserta aksi laki-laki menggunakan baju Koko dan kopiah berwarna putih, sebagian memakai baju yang berlogo organisasi Islam dan pondok pesantren sementara peserta perempuan menggunakan jilbab panjang, cadar, juga ikat kepala bertuliskan bahasa Arab.

    Mereka membawa bendera-bendera dalam huruf Arab. “Jalan menuju surga ini ikut aksi ini,” ujar beberapa remaja peserta Aksi 229 di depan gedung Manggala Wanabhakti pada Jumat 29 September 2017.

    Banyak juga orangtua yang membawa anak mereka yang masih balita. Mereka dipakaikan baju muslim lengkap dengan kopiah ataupun kerudung.”Takbir ya nak, Allahu Akbar,” ujar seorang ayah kepada anaknya di sebuah sudut Stasiun Palmerah.

    Peserta aksi itu tampak dikoordinir seorang laki-laki yang berpakaian batik. “Nanti kalau sudah dapat tiket, langsung masuk kereta ya (buat pulang),” ujar dia kepada beberapa wanita yang duduk di stasiun Palmerah.

    Puluhan peserta Aksi 299 itu pun berkumpul, bersorak, dan bertakbir di gerbang masuk Stasiun Palmerah. “Sukses, sukses, sukses, Allahu Akbar,” teriak mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.