Awal Oktober, Djarot Akan Resmikan 3 Proyek Ini di Jakarta Barat

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bentuk Patung Menembus Batas di RPTRA dan RTH Kalijodo, Jakarta, 26 September 2017. Nantinya pengunjung taman terbuka itu bisa berkreativitas dengan mencorat-coret dinding tersebut. TEMPO/Ilham Fikri

    Bentuk Patung Menembus Batas di RPTRA dan RTH Kalijodo, Jakarta, 26 September 2017. Nantinya pengunjung taman terbuka itu bisa berkreativitas dengan mencorat-coret dinding tersebut. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat mempercepat pengerjaan tiga proyek di wilayahnya sebelum masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berakhir pada pertengahan Oktober mendatang. Ketiga proyek tersebut akan diresmikan Djarot pada awal Oktober 2017.

    Proyek pertama adalah Masjid Jami Al-Mubarokah di seberang Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Jakarta Barat. Sebelumnya, Djarot telah meninjau lokasi tersebut pada Selasa, 12 September lalu. Djarot menyebut masjid tersebut merupakan janjinya kepada Gubernur DKI terdahulu, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

    “Jadi janji saya dengan Pak Ahok sudah dipenuhi betul untuk membangun ini,” katanya saat meninjau Masjid Jami Al-Mubarokah.

    Baca: Djarot Pantau Perkembangan Jakarta Lewat Partai Setelah Lengser

    Masjid tersebut merupakan utang Ahok kepada warga Kalijodo saat pembongkaran. Masjid itu turut menjadi salah satu bangunan yang rata dengan tanah. Saat itu, Ahok menjanjikan akan membuat masjid yang lebih besar dan layak.

    Proyek kedua adalah tempat parkir kolong jalan tol Kalijodo, yang akan diresmikan bersamaan dengan Mesjid Al-Mubarokah. Proyek ini didesain arsitek yang sama dengan RPTRA Kalijodo dan Masjid Jami Al Mubarokah, yaitu Yori Antar.

    Sebelumnya, kolong jalan tol itu dipenuhi rumah semipermanen atau bedeng yang tampak kumuh serta rawan digunakan sebagai tempat prostitusi dan kriminalitas. Djarot memerintahkan pembenahan dan pemanfaatan kolong jalan tol Kalijodo itu segera dilakukan. Sekeliling lahan juga dipagari agar tidak sembarang orang bisa masuk.

    Baca: Djarot Beri Waktu Dua Pekan ke Pengelola Bahas Masuk Ancol Gratis

    Proyek ketiga adalah kompleks pedagang kaki lima di Jalan Cengkeh. Saat Tempo meninjau lokasi PKL tersebut pada Senin, 25 September 2017, bangunan fisik sudah rampung dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti panggung, wastafel khusus, musala, hingga lahan parkir yang luas.

    Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan DKI Jakarta Irwandi menyebutkan Presiden Joko Widodo juga direncanakan hadir untuk meresmikan lokasi PKL tersebut bersama Gubernur Djarot. "Rencananya juga dihadiri Presiden Jokowi saat peresmian kawasan Kota Tua, termasuk di Jalan Cengkeh,” ujarnya saat dihubungi Tempo beberapa waktu lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.