Pengiriman Pikap Ganja Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil pick up yang ditahan polisi di Jalan Gatot Subroto karena kedapatan membawa ganja. Twitter TMC Polda Metro Jaya

    Mobil pick up yang ditahan polisi di Jalan Gatot Subroto karena kedapatan membawa ganja. Twitter TMC Polda Metro Jaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menduga pengiriman ganja seberat 252,5 kilogram yang dibawa menggunakan mobil pikap dikendalikan dari dalam salah satu Lembaga Pemasyarakatan di Jawa Barat.

    "Orangnya siapa masih kami dalami lagi," kata Kepala Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Ahad, 1 Oktober 2017.

    Argo mengatakan kepolisian masih mendalami penemuan ini. Kerja sama dengan lapas yang dimaksud pun akan segera dilakukan. Argo belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut atau membuka identitas orang yang mengontrol pengiriman ganja tersebut.

    "Segera akan kami ungkap," kata dia.

    Baca: Satu Tersangka Pengawal Mobil Pikap Ganja Ditangkap

    Sebelumnya, Senin malam, 25 September 2017 polisi menangkap mobil Carry pikap bermuatan 252,5 kilogram ganja dan Xenia di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat. Saat penangkapan, tiga orang yang berada di dalam Xenia berhasil kabur. Kedua mobil itu semula diberhentikan karena melanggar aturan plat nomor genap-ganjil.

    Setelah digeledah, ditemukan 122 buah ganja yang sudah dipress berbentuk bata. Masing-masing bata memiliki berat yang beragam, antara dua sampai 4 kilogram.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.