Hari Kesaktian Pancasila, Djarot Sebut Dasar Negara Sudah Final

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tugu Monas Dicuci pada Mei

    Tugu Monas Dicuci pada Mei

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lapangan eks IRTI Monumen Nasional, Jakarta Pusat, dipimpin Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat. Seluruh jajaran pegawai negeri mengikuti upacara dengan mengenakan seragam Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri).

    Djarot menilai Hari Kesaktian Pancasila akan menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk berintrospeksi diri bahwa kelompok mana pun yang mencoba mengkhianati dan mengganti dasar negara Pancasila pasti dapat dilawan. Menurut Djarot, dalam sejarah Indonesia memang penuh dengan berbagai macam peristiwa, termasuk rongrongan terhadap ideologi Pancasila.

    Baca: Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila Hari Ini

    "Ini semua harus menjadi bagian introspeksi kita untuk semakin kokoh dan menguatkan kita bahwa Pancasila adalah ideologi negara, tidak boleh diubah, tidak boleh diutak-atik, tapi harus dilaksanakan," ujarnya di lapangan eks IRTI Monas, Senin, 2 Oktober 2017.

    Upacara dimulai tepat pukul 07.30 dengan mengheningkan cipta, lalu diikuti pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Kemudian upacara diiringi dengan lagu nasional berjudul Garuda Pancasila dan Gugur Bunga oleh Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Jakarta.

    Hari Kesaktian Pancasila merupakan hari peringatan ditumpasnya upaya kudeta Gerakan 30 September 1965 atau dikenal dengan peristiwa G-30-S/PKI. 

    Biasanya, Hari Kesaktian Pancasila diperingati pada 1 Oktober 2017. Djarot berharap, dengan peringatan tersebut, bangsa Indonesia bisa melaksanakan nilai Pancasila dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. "Ketidakadilan itu harus dituntaskan," ucap Djarot.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.