Ada Subsidi, Rusunami Stasiun Pondok Cina Harganya Rp 224 Juta

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Dirut Perum Perumnas Bambang Triwibowo (kiri) melihat maket rusun saat ground breaking pembangunan rumah susun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, 2 Oktober 2017. A

    Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Dirut Perum Perumnas Bambang Triwibowo (kiri) melihat maket rusun saat ground breaking pembangunan rumah susun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, 2 Oktober 2017. A

    TEMPO.CO, Depok - Perusahaan Umum Perumahan Nasional mulai membangun 3.693 unit rumah susun milik (rusunami) di Stasiun Pondok Cina, Kota Depok. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menjelaskan, 1.100 unit dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    “Untuk tingkat MBR di TOD (Transit Oriented Development) Depok harganya Rp 224 juta per unit dengan luas 32 meter persegi,” katanya saat acara peletakan batu pertama atau groundbreaking TOD Depok di Stasiun Pondok Cina, Senin, 2 Oktober 2017.

    Baca juga: Rusunami Tanjung Barat Kebanjiran Peminat, Pendaftaran Ditutup

    Kawasan transit terpadu atau transit oriented development berupa rusunami empat menara itu dibangun di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

    Rini mengatakan pembangunan TOD akan memberikan porsi 30 persen kepemilikan kepada MBR. 

    Pada 2017, pemerintah menargetkan membangun 13 TOD di seluruh Jabodetabek. Dua TOD, yakni di Stasiun Tanjung Barat dan Stasiun Pondok Cina, Depok, sudah mulai dibangun.

    Semua TOD yang akan dibangun Perum Perumnas tahun ini, kata Rini, harus menggunakan model itu. Dia meminta TOD di Stasiun Pondok Cina selesai pada Februari 2019.

    Menurut Rini, TOD yang diperuntukkan bagi MBR ini akan disubsidi pemerintah karena tanahnya milik PT KAI. Kalau lokasi premium, harganya bisa sampai Rp 9 juta per meter persegi.

    “Kami akan mengucurkan investasi senilai Rp 1,45 triliun untuk membangun TOD di Kota Depok,” kata Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo saat acara peletakan batu pertama TOD Depok.

    Pembangunan empat tower hunian di atas lahan seluas 27.706 meter persegi itu akan diintegrasikan dengan Stasiun Pondok Cina.

    Menurut Bambang, proyek hunian TOD di Depok ini merupakan proyek kedua yang dibangun Perumnas dan PT Kereta Api Indonesia setelah di Stasiun Tanjung Barat.

    Perumanas dan PT KAI akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan strategis KAI untuk pengembangan kawasan yang terintegrasi dan inklusif. “Modelnya dengan membangun ruang-ruang vertikal,” ucapnya.

    Simak juga: Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Rusunami di Serpong

    Bambang menjelaskan, proyek TOD Depok memiliki komposisi hunian rusunami dan anami dengan tipe hunian studio hingga hunian dengan tiga kamar tidur.

    “Untuk rusunami, tipe hunian paling minimal adalah dengan luas 32 meter persegi,” ucapnya.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.