Diduga Keracunan Asap Genset, Satu Keluarga Tewas dalam Kamar

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga meliat petugas saat mengevakuasi empat jenazah yang meninggal saat banjir menggenangi rumahnya di kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara, (19/1). Empat jenazah tersebut diduga meninggal karena keracunan gas Jenset. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Warga meliat petugas saat mengevakuasi empat jenazah yang meninggal saat banjir menggenangi rumahnya di kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara, (19/1). Empat jenazah tersebut diduga meninggal karena keracunan gas Jenset. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Satu keluarga diduga tewas karena keracunan asap genset di Perumahan Grand Kahuripan Cluster Bromo V Blok BD 07 RT 02/08, Desa/Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Selasa 3 Oktober 2017 petang. Ketiga korban itu ditemukan dalam kondisi tubuh menghitam di dalam sebuah kamar. 

    Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Andi Muhammad Dicy mengatakan, ketiga korban tewas merupakan satu keluarga yang terdiri suami bernama Sariun, 34 tahun, istrinya bernama Rika Liswati, 30 tahun dan anaknya bernama Rabil, 4 tahun. "Ketiga korban ditemukan dalam kondisi tubuh hitam dan mengeluarkan bau," kata dia, Selasa 3 Oktober 2017.

    Ketiga korban diduga tewas karena keracunan asap dari mesin genset pada saat listrik di perumahan tersebut padam. Keluarga tersebut diketahui menyalakan mesin genset pada hari Minggu, 1 Oktober 2017, sekitar pukul 17.00.

    Baca: 7 Pekerja Tewas Keracunan Gas, Polisi Panggil Dinas LH Bogor

    "Menurut keterangan dari Yani, tetangganya. Dia mengatakan dua hari lalu pada saat listrik di perumahan ini padam terdengar suara genset yang dinyalakan oleh korban," kata dia.

    Sekitar pukul 23:30 malam, saksi Yani sempat memberi tahu korban melalui pesan singkat bahwa listrik sudah menyala kembali. Namun tidak ada balasan dari korban.

    "Dari saat kejadian listrik padam dan keluarga itu menyalakan mesin genset, mereka tidak pernah terlihat lagi," kata dia.

    Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Klapanunggal Inspektur Dua Yayan Sofyana Suri mengatakan, korban tewas keracunan gas itu ditemukan pertama kali oleh Enni, kerabat korban yang hendak bertamu. "Saat itu rumah korban dalam kondisi terkunci, namun saksi mencium bau tidak sedap dari dalam rumah tersebut," kata dia.

    Baca: Cerita 7 Orang Tewas Keracunan Gas Limbah Kardus di Bogor

    Karena curiga, saksi memanggil tetangga dan ketua RT setempat. Info tersebut dilaporkan kepada petugas Polsek Klapanunggal. "Petugas kami langsung ke lokasi, setelah mendapat izin dari pemilk rumah kami pun menjebol pintu rumah," kata dia.

    Korban merupakan warga Dusun Pancalana RT 02/10 Desa Puwajawa, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, tinggal mengontrak di rumah tersebut, ditemukan tewas dengan kondisi sekujur tubuh sudah menghitam di dalam kamar,

    "Ketiga korban diperkirakan sudah meninggal sekitar dua hari lalu karena tubuhnya sudah mulai mengeluarkan bau," kata Yayan.

    Berdasarkan olah TKP sementara, petugas di menemukan mesin genset merek Zenhn dalam keadaan sudah mati karena kehabisan bahan bakar. "Ketiga korban diduga tewas karena keracunan asap dari mesin genset. Ketiga korban langsung dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk diautopsi," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.