Senin, 18 Juni 2018

Dituding Hina Panglima TNI, Nikita Mirzani Minta Maaf

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nikita Mirzani membantah telah mengunggah cuitan yang menghina Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Bantahan itu disampaikan dalam konferensi pers di Food Garden, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Oktober 2017. TEMPO/Zara Amelia

    Nikita Mirzani membantah telah mengunggah cuitan yang menghina Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Bantahan itu disampaikan dalam konferensi pers di Food Garden, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Oktober 2017. TEMPO/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis Nikita Mirzani meminta maaf kepada Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo. Permintaan maaf itu terkait dengan cuitan di Twitter, yang mengatasnamakan dirinya dan bernada menghina Gatot. “Kepada Panglima TNI, saya mohon maaf kalau memang hal ini mengganggu Bapak,” katanya dalam konferensi pers di Food Garden, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Oktober 2017.

    Nikita menegaskan bukan dia yang mengunggah cuitan itu. "Itu hoax, bukan saya. Nama saya dimanfaatkan orang," ujarnya. "Saya enggak pernah buat cuitan di Twitter mengenai film G-30-S/PKI itu dan bisa dicek di akun Twitter saya."

    Nikita menduga ada yang sengaja merekayasa dan meretas akun Twitter-nya. Dia dan kuasa hukumnya berencana melaporkan balik dugaan peretasan ini ke Direktorat Cyber Crime Kepolisian RI. “Secepatnya akan kami buat laporan untuk mengusut siapa pelakunya,” ucap kuasa hukum Nikita, Riza Irwansyah. “Saya juga meminta dukungan Pak Panglima untuk menemukan kebenarannya,” tutur Nikita.

    Sebuah screenshot cuitan Twitter yang mengatasnamakan Nikita Mirzani beredar. Cuitan ini menjadi kontroversial karena menyinggung film G-30-S/PKI dan Jenderal Gatot Nurmantyo. Bunyinya, “Film G30s/PKI Kurang Seru.. Seharusnya Panglima Gatot juga dimasukkan ke lubang buaya pasti seru..

    Berdasarkan cuitan itu, organisasi Gerakan Pemuda Antikomunis melaporkan Nikita ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya atas dugaan penyebaran kebencian atau penghinaan.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Timnas Paling Sering Lolos Piala Dunia

    Untuk bisa berpartisipasi dalam Piala Dunia, tim nasional sebuah negara harus mengikuti babak kualifikasi. Tidak semua tim bisa lolos.