Pembunuhan PSK Online, Polisi: Tidak Ada Motif Asmara

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kamar kos Murtiyaningsih (27) korban pembunuhan di Kamar Kos 309, Istana Laguna No. 52, Jalan Sosial, Grogol Petamburan, Jakarta Barat masih dipasang garis polisi. Sabtu, 23 September 2017. Dewi/Tempo

    Kamar kos Murtiyaningsih (27) korban pembunuhan di Kamar Kos 309, Istana Laguna No. 52, Jalan Sosial, Grogol Petamburan, Jakarta Barat masih dipasang garis polisi. Sabtu, 23 September 2017. Dewi/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menegaskan, tidak ada motif asmara dalam kasus pembunuhan pekerja seks komersial atau PSK online, Murtiyaningsih, di kos Istana Laguna pada 14 September 2017. Teman dan tetangga korban sempat membantah tudingan pelaku bahwa Murtiyaningsih adalah seorang PSK. 

    “Pelaku jelas bukan pacar, dia kenalan melalui WeChat dan melakukan hubungan badan,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Edy Suranta Sitepu saat ditemui Tempo di kantornya pada Kamis, 5 Oktober 2017.

    Sebelumnya, teman dekat Murtiyaningsih yang bernama Poppy membantah Murtiyaningsih adalah PSK online. Poppy mengatakan Murtiyaningsih bekerja sebagai seorang terapis di panti pijat. Menurut Poppy, Agustinus adalah pacar korban. Namun polisi menegaskan bahwa keterangan itu tidak benar.

    Baca: Sahabat Bantah Murtiyaningsih Bekerja sebagai PSK Online

    Edy mengatakan pelaku pembunuhan, Agustinus, adalah salah satu pelanggan Murtiyaningsih. Dalam pemeriksaan, Agustinus tetap pada keterangan awalnya. Pria itu mengakui perbuatannya. Dia dua kali memukul kepala korban dengan asbak, sebelum membekapnya dengan bantal hingga tewas.

    Kepada polisi, Agustinus mengatakan Murtiyaningsih adalah PSK online. Dia khilaf membunuh karena panik. Korban mengancam akan berteriak apabila Agustinus tidak membayar korban sesuai kesepakatan. Tersangka hanya menyerahkan uang Rp 150 ribu padahal kesepakatannya adalah Rp 500 ribu.

    “Ya temannya mungkin saja membantah, atau dia menutupi pekerjaannya kepada temannya jadi menyebut pelaku sebagai pacar. Namun polisi melakukan penyelidikan, punya barang bukti dan keterangan saksi serta pelaku,” ujar Edy.

    Baca: Kurang Bayar PSK Online Dibunuh

    Murtiyaningsih ditemukan tak bernyawa di kamar kos nomor 309 lantai 3, Istana Laguna, Jalan Sosial, Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada 14 September 2017. Berdasarkan hasil visum diketahui, PSK itu tewas dibekap dan tidak bisa bernapas. Ditemukan juga luka lebam di pelipis kanan yang diduga akibat pukulan benda tumpul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.