Kebakaran Cinere Belleveu, Polisi Temukan Tanah di Dalam Hidran

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemadam kebakaran memadamkan api di apartemen dan mal Cinere Bellevue, Depok, 5 Oktober 2017. Belasan mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kota Depok dibantu Dinas Kebakaran Provinsi DKI Jakarta dikerahkan. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Pemadam kebakaran memadamkan api di apartemen dan mal Cinere Bellevue, Depok, 5 Oktober 2017. Belasan mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kota Depok dibantu Dinas Kebakaran Provinsi DKI Jakarta dikerahkan. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Depok - Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Limo Ajun Komisaris Wasgiono mengatakan polisi melakukan olah tempat kejadian perkara pasca kebakaran yang melanda Cinere Belleveu Suites and Mall, Kota Depok, Rabu malam, 4 Oktober 2017.

    Keterangan dari sejumlah saksi, ujar Wasgiono, juga telah diperoleh.  “Kami menemukan ada hidran yang tidak berfungsi,” kata Wasgiono kepada Tempo, Kamis, 5 Oktober 2017.

    Menurut Wasgiono, hidran yang tidak berfungsi itu berada di belakang gedung. Saat dilakukan pengecekan hidran tersebut berisi tanah.  “Setelah itu kami langsung memasang police line,” ujar Wasgiono.

    Wasginono menambahkan, polisi bakal melakukan penyelidikan lebih dalam terkait kebakaran di apartemen Cinere Bellevue Mall, Depok. Rencananya, tim dari Puslabfor Mabes Polri bakal dikerahkan ke lokasi kejadian.

    “Kami sudah koordinasi dengan Puslabfor. Ini kami masih melakukan penyisiran titik api karena masih cukup rawan,” kata Wasgiono.

    Menurut Wasgiono, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.  “Ada sembilan orang yang sebelumnya terjebak harus menjalani perawatan medis,” ujar Wasgiono.

    Presiden Direktur PT. Megapolitan Development, Melani Lowas, mengatakan pihaknya akan bertanggung jawab terhadap seluruh kerugian akibat kebakaran yang dialami oleh para penghuni apartemen. “Seluruh biaya perawatan di rumah sakit dan penginapan di hotel bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal akan ditalangi pihak manajemen,” ucap Wasgiono.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.