Penyidik Ingin Kasus Ujaran Kebencian Jonru Ginting Cepat Selesai

Reporter:
Editor:

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jonru Ginting. ANTARA/Reno Esnir

    Jonru Ginting. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.COJakarta - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Adi Deriyan berharap bisa secepatnya menyelesaikan kasus ujaran kebencian Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru Ginting. "Karena sebelum Jonru dipanggil dan diperiksa pun, kami sudah melakukan pemeriksaan," kata Adi di Polda Metro Jaya, Jumat, 6 Oktober 2017.

    Adi mengatakan, setelah pemeriksaan Jonru Ginting, penyidik hanya tinggal melengkapi berkas perkara ujaran kebencian dengan keterangan dari beberapa ahli. Menurut dia, keterangan ahli saat ini sudah didalami dan dimintai keterangan. 

    Baca: Menguping Obrolan Jonru Ginting dengan Tukang Cukur Wonogiri

    Selanjutnya, ia akan memanggil para penyidik untuk melakukan gelar perkara sebelum melakukan pelimpahan tahap pertama ke kejaksaan. "Kami akan lihat konstruksinya sudah utuh atau belum," ujarnya. Jika belum utuh, maka berkas akan dilengkapi dengan keterangan yang perlu ditambahkan.

    Selain ahli, polisi juga telah memeriksa staf Jonru, Anang Herdiana, pada Kamis, 5 Oktober 2017. Anang diperiksa mengenai kegiatan sosial dan usaha dagang yang dilakukan Jonru Ginting secara online. Menurut pengacara Jonru, Djudju Purwantoro, penyidik akan memanggil dua orang sahabat Jonru. Namun belum dipastikan kapan akan diperiksa.

    Baca: Jonru Ginting di Mata Tetangga Dikenal Tertutup dan Pendiam

    Jonru Ginting ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh penyidik Ditkrimsus Polda Metro Jaya pada Jumat, 29 September 2017. Jonru dilaporkan oleh Muannas Alaidid atas tuduhan ujaran kebencian karena menulis status Facebook yang dinilai mengandung pelanggaran unsur suku, agama, dan ras.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.