Pilih Jakarta Setelah Lengser, Djarot Sebut Tak Maju Pilgub Jatim

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, seusai menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman pajak dan retribusi bersama KPK di gedung KPK, Jakarta, 25 September 2017. Badan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Tim Optimalisasi Penerimaan Daerah KPK untuk mencegah kebocoran penerimaan pajak dengan menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 35,2 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, seusai menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman pajak dan retribusi bersama KPK di gedung KPK, Jakarta, 25 September 2017. Badan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Tim Optimalisasi Penerimaan Daerah KPK untuk mencegah kebocoran penerimaan pajak dengan menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 35,2 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan akan tetap tinggal di Jakarta setelah masa jabatannya berakhir pada 16 Oktober 2017. Keyakinan Djarot tersebut sekaligus memastikan bahwa dirinya tidak akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Timur pada 2018.

    "Saya Insya Allah tetep di Jakarta," ujar Djarot di Balai Kota Jakarta, Senin, 9 Oktober 2017.
    Baca :

    Adapun hal yang jadi pertimbangan Djarot adalah soal tiga orang putrinya, yaitu Safira Prameswari Ramadina, Karunia Dwihapsa Paramasari, dan Meisya Rizky Berliana. Menurut Djarot, ia beserta istri dan tiga orang putrinya sudah terbiasa berpindah-pindah, dari satu kota ke kota lain.

    Tidak ingin berpindah-pindah lagi membuat Djarot memutuskan untuk tetap tinggl di Jakarta pasca jabatannya digantikan oleh Anies Baswedan.

    "Untuk (Pilkada) Jawa Timur, masih banyak kader-kader yang lebih baik mungkin daripada saya. Lebih banyak tokoh-tokoh ya. Saya pikir tidak (maju Pilkada Jatim). Saya belum terpikir ke sana," ujar Djarot.

    Djarot mengatakan beberapa tawaran datang kepada dirinya setelah lengser nanti. Namun, Djarot menuturkan dirinya belum tertarik untuk kembali melenggang ke bursa pemilihan kepala daerah. Djarot mengatakan masih ada rencana lain setelah lengser nanti bersama keluarganya.

    "Justru saya mau setelah ini saya mau kumpul sama keluarga dululah. Rekreasilah, liburan ke pantai," ujar mantan Wali Kota Blitar dua periode itu.
    Simak : Djarot Bakal Luncurkan 1.900 Pasukan Pink untuk Kelola RPTRA

    Selama menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur dalam satu periode, Djarot mengaku belum pernah berekreasi bersama anggota keluarganya secara lengkap. Selama ini, momen kebersamaan mereka hanya terekam dalam perjalanan mudik ke Blitar dan Surabaya, Jawa Timur.

    Untuk momen rekreasi, Djarot mengatakan hampir tidak pernah berjalan-jalan bersama anak dan istrinya.

    "Nyonya saya (istri) minta ini, anak-anak minta ke Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur). Keren, tho? Saya belum pernah memang. Sejak saya jadi wagub saya belum pernah bersama-sama dengan istri dan anak-anak berekreasi. Paling bareng-bareng ke Blitar, lebaran , gitu ya. Ke Surabaya, ziarah bareng-bareng. Jadi ada tempat yang agak jauh, saya bilang ya sudahlah," tutur Djarot.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.