Ahmad Dhani: Jadikan Saya Tersangka, Polisi Pembela Penista Agama

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Dhani. ANTARA/Risky Andrianto

    Ahmad Dhani. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Musikus Ahmad Dhani Prasetyo kembali meluncurkan pernyataaan kontroversial menyusul pemeriksaannya dalam kasus ujaran kebencian yang dilaporkan oleh Jack Lapian, pendiri Basuki Tjahaja Purnama (BTP) Network, pada 9 Maret 2017 di Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan.

    Menurut Dhani, cuitan di Twitter dia tujukan kepada para pembela penista agama secara umum. Unggahan pada 6 Maret 2017 tersebut juga tidak untuk mengajak publik membenci etnis atau pemeluk agama tertentu. Itu sebabnya, dia yakin tidak bisa dijerat dengan tuduhan ujaran kebencian lewat media sosial. 

    “Kalau polisi menjadikan saya tersangka, berarti polisinya juga pembela penista agama,” kata Dhani ketika dihubungi Tempo pada Selasa malam, 10 Oktober 2017.

    Pengaduan Jack Lapian merujuk pada cuitan Dhani pada akun Twitter @AHMADDHANIPRAST, yang dianggapnya menyebarkan kebencian menjelang Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta putaran kedua.

    Pada Februari dan Maret 2017, di Twitter Dhani berkali-kali menggunakan frasa penista agama, seperti pada 6 Maret 2017 dia menulis, “Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya -ADP.” Pada 7 Maret 2017, akun ini pun mengunggah, “Sila Pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur...kalian WARAS?? -ADP.”

    Kemarin, Selasa, 10 Oktober 2017, Dhani memenuhi panggilan pemeriksaan kedua sebagai saksi terlapor di Polres Jakarta Selatan. Dhani menegaskan, pemeriksaan polisi tidak menyurutkan dirinya untuk terus mengujarkan kebencian kepada pembela penista agama secara umum. “Penista agama, kok dibelain,” ujarnya.

    Jack Lapian mengatakan, dari beberapa kicauan yang dijadikan barang bukti laporan kepada polisi terlihat Ahmad Dhani memang menujukan frasa penista agama itu kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kala itu calon inkumben Gubernur DKI Jakarta. Jack mencontohkan kicauan Dhani pada 7 Februari 2017 yang berbunyi, “Yang menistakan agama si Ahok...yang diadili KH. Ma'ruf Amin... -ADP.”

    Ahmad Dhani tidak mengakui, tidak apa-apa. Nanti bisa diuji,” kata dia kepada Tempo, Selasa, 10 Oktober 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.