Jumat, 21 September 2018

Sandi Klaim Hanya 3 Persen Warga Jakarta Tolak Anies-Sandi

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sandiaga Uno. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklaim saat ini hanya 3 persen warga Jakarta tidak menerima kepemimpinan dirinya bersama Gubernur Anies Baswedan. Sebalinya, kata Sandi, hampir seluruh warga Jakarta telah menerima Anies-Sandi sebagai pemimpin Jakarta.

    "Kami memiliki data terakhir bahwa 97 persen warga Jakarta sudah menerima dan percaya diri terhadap kami yang bertugas nanti," kata Sandi di sekretariat Relawan Anies-Sandi, Melawai, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Oktober 2017.

    Anies -Sandi akan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 pada Senin, 16 Oktober 2017. Menurut Sandi, sebagian besar warga Jakarta telah mengenali berbagai program yang akan dicanangkan Anies-Sandi.

    "Justru yang saat Pilkada kemarin tidak memilih kami malah mengenali program kami," ujar Sandi. Sandi menambahkan, pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Darot Saiful Hidayat tengah menunggu realisasi program pada kampanye Ahok-Djarot yang lalu.

    "Jadi, kami melangkah ke Balai Kota dengan percaya diri," kata Sandi. Untuk merealisasikan program kampanyenya tersebut, Anies-Sandi telah membentuk tim sinkronisasi. Tim itu telah merangkum susunan rancangan kerja Anies-Sandi selama lima tahun ke depan dalam sebuah buku berjudul Sumbangan Pemikiran Untuk Jakarta.

    Di dalamnya, sebanyak 23 janji kerja Anies-Sandi diterjemahkan menjadi 167 program dan 527 kegiatan yang terbagi dalam 14 bidang untuk Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2018. "Ini yang membuat kami semakin yakin bisa menciptakan Jakarta yang lebih baik," kata Sandi.

    ZARA AMELIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.