Kamis, 22 Februari 2018

Tim JPU Pembunuhan Bos Bakmi Dibentuk, Jonny Terancam 15 Tahun

Reporter:

Ali Anwar

Editor:

Ali Anwar

Jumat, 13 Oktober 2017 18:15 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim JPU Pembunuhan Bos Bakmi Dibentuk, Jonny Terancam 15 Tahun

    Reka ulang pembunuhan bos bakmi yang berlangsung di gang samping rumah mertua tersangka Jonny Setiawan di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, pada Rabu, 4 Oktober 2017. FOTO: TEMPO/Ayu Cipta

    TEMPO.CO, Tangerang - Kejaksaan Negeri Tangerang Kota  membentuk tim  Jaksa  Penuntut Umum  untuk  menangani  perkara  pembunuhan  terhadap bos bakmi Vera Yusika Sumarna, 44 tahun, oleh tersangka  Jonny  Setiawan (36).

    Penunjukan  jaksa  itu menyusul dikirimkannya  surat perintah dimulainya penyelidikan (SPDP) oleh penyidik  Kepolisian Resor Tangerang Kota ke Kejaksaan Negeri Tangerang Kota.

    Jaksa  Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tangerang, Agus  Kurniawan, mengatakan perkara  pembunuhan  terhadap bos bakmo itu ditangani tiga orang jaksa,  yakni   Agus  sebagai  ketua  tim,  Ikbal  Hajarati, dan Taufik  Hidayat. "Kami  masih  menunggu  berkas  dikirim dari  penyidik, "kata Agus kepada Tempo, Jumat, 13 Oktober 2017.

    Kepala  Satuan  Reserse Kriminal Umum Polres Metropolitan Tangerang Kota Ajun Komisaris Besar Dedy Supriyadi  mengatakan Jonny adalah  tersangka  tunggal  pembunuhan  bos bakmi Vera pada Sabtu  malam,  16 September 2017.  Dalam  perkara  ini, kata Dedy, pihaknya  sudah  memeriksa  tujuh orang saksi,  termasuk  suami  korban,  Andri  Hartono.

    Atas perbuatannya, kata Dedy, Jonny dijerat  dengan  Pasal  338 Kitab Undang - undang Hukum Pidana  (KUHP). “Secara yuridis, sesuai  Pasal  338 KUHP  dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima belas tahun,” kata Dedy.

    Menurut Dedy, Jonny   menghabisi  nyawa  kekasih  gelapnya  itu karena  harga  dirinya  terinjak  oleh  ucapan Vera  yang  menolak  berhubungan  intim  kedua  kalinya. "Motifnya  sakit  hati,  karena  ditolak  saat  minta  nambah  berhubungan  intim, setelah  jeda  20 menit dari  hubungan  badan  yang  pertama," kata  Deddy.

    Selain itu, ujar Dedy, korban menilai  alat vital  Jonny lebih  kecil  dibandingkan  tiga  pacar  terdahulunya. Saat ini Jonny  mendekam  di Polrestro Tangerang dengan  barang  bukti  pisau  untuk  menusuk  Vera,  sepeda  motor milik  Vera  yang digunakan Jonny untuk  kabur  setelah  membunuh.

    Peristiwa pembunuhan  terhadap bos bakmi Vera terjadi  pada  Sabtu  malam,  16 September 2017 sekitar pukul  21.00 di  rumah  kos  Jonny  di Cipondoh.  Mayat  Vera  ditemukan pada Ahad,  17 September pukul  17. 30. Jonny  dicokok  polisi  di Pesantren Leuweung Gede, Tenjo, Kabupaten Bogor, pada  Senin, 18 September 2017, pukul 23.00.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Vino G Bastian, Sherina Munaf, dan Para Pemeran Wiro Sableng 212

    Bersama Sherina Munaf dan Marsha Timothy, Vino G Bastian menghidupkan kembali tokoh penggenggam Kapak Maut Naga Geni 212 dalam film Wiro Sableng.