Selasa, 19 Juni 2018

Ruang Kerja Djarot di Balai Kota Dikosongkan, akan Dipakai Sandi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerjaan Harian Lepas (PHL) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Adrian atau Apen, 38 tahun, membenahi ruang kerja Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, 13 Oktober 2017. TEMPO/Larissa

    Pekerjaan Harian Lepas (PHL) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Adrian atau Apen, 38 tahun, membenahi ruang kerja Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, 13 Oktober 2017. TEMPO/Larissa

    TEMPO.COJakarta - Ruang kerja Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota mulai dibereskan menjelang berakhirnya masa tugas orang nomor satu di Jakarta itu. Berkas-berkas milik Djarot sudah dikeluarkan dan dibawa ke rumah pribadinya yang berada di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.
     
    Pada Jumat petang 13 Oktober 2017, sekitar pukul 17.30, seorang Pekerja Harian Lepas (PHL) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Adrian atau Apen, 38 tahun, masuk ke ruangan Djarot. Dia hendak mencopot foto-foto yang tergantung di dinding ruang kerja Djarot. 

    "Mau dibawa ke Cibubur. Berkas sudah semua dibawa, tinggal sedikit yang belum dibawa. Ini sedang dibereskan," ujar Apen di Balai Kota Jakarta, Jumat, 13 Oktober 2017.

    Ruang kerja Djarot terletak di lantai dua Balai Kota Jakarta. Ruangan itu telah ditempati Djarot sejak ia masih menjadi wakil gubernur. Setelah dilantik jadi gubernur, Djarot enggan meninggalkan ruangannya untuk pindah ke lantai satu, yang pernah jadi ruangan Ahok. Alasannya, jabatan gubernur yang disandangnya hanya lima bulan. 

    Ruangan Djarot itu nantinya akan digunakan oleh wakil gubernur terpilih, Sandiaga Salahuddin Uno. Pada Senin, 16 Oktober mendatang, Sandiaga akan menempati ruangan tersebut.

    Djarot sudah meninggalkan ruangannya itu sejak Jumat siang. Dia memilih menyelesaikan pekerjaannya di rumah dinas. 

     
     
     
     

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Timnas dengan Trofi Piala Dunia Terbanyak

    Merebut gelar juara di Piala Dunia bukan hal yang mudah. Dalam kompetisi empat tahunan itu, tim nasional dari berbagai negara harus bersaing ketat.