Jenazah Ibu dan Dua Anak Korban Pembunuhan Dimakamkan di ...

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga jenazah korban pembunuhan, yakni Ana, 36 tahun; Syifa Syakila, 9 tahun; dan Carisa Humaria 3, tahun; di kamar mayat RSUD Tangerang. MARIFKA WAHYU HIDAYAT

    Tiga jenazah korban pembunuhan, yakni Ana, 36 tahun; Syifa Syakila, 9 tahun; dan Carisa Humaria 3, tahun; di kamar mayat RSUD Tangerang. MARIFKA WAHYU HIDAYAT

    TEMPO.CO, Tangerang - Tiga jenazah korban pembunuhan sadis Lukman Nurdin Hidayat, 37 tahun, dibawa keluarga korban ke Lampung. Pihak keluarga korban Ana Robinah (27) telah menjemput jenazah Ana dan kedua putrinya Syifa 9 tahun dan Carisa 3 tahun untuk dimakamkan di kampung halamannya itu.    

    "Ketiganya dimakamkan di Lampung," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Tangerang Komisaris Wiwin Setiawan Ahad 15 Oktober 2017.

    Wiwin mengatakan pihak keluarga korban dari Lampung menjemput tiga jenazah di RSUD Tangerang setelah proses autopsi selesai dilakukan. "Tadi malam keluarga dari Lampung datang dan berdasarkan kesepakatan keluarga korban jenazah dibawa untuk dimakamkan di Lampung," kata Wiwin.

    Baca: Istri Korban Pembunuhan Suaminya Adalah Seorang...

    Jenazah Ana Robinah, Syifa dan Carisa dimakamkan di Kelurahan Baros, Kecamatan Kota Agung, Tanggamus, Lampung.

    Wiwin mengatakan proses otopsi juga telah selesai dilakukan. Namun, Wiwin belum mau menyampaikan hasil autopsi tersebut karena salinan tertulisnya belum dikeluarkan dokter forensik.

    Ibu dan dua anak itu menjadi korban pembunuhan oleh suami dan ayah kandung mereka sendiri Lukman Nurdin Hidayat di tempat tinggal mereka di perumahan Graha Sienna 2, Panongan, Kabupaten Tangerang Jum'at malam 13 Oktober 2017.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.