Anies Baswedan Targetkan Jakarta Masuk Level City 4.0

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memantau banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, 20 Februari 2017. Banjir di kawasan Cipinang Melayu diakibatkan meluapnya Kali Sunter. TEMPO/Chitra

    Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memantau banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, 20 Februari 2017. Banjir di kawasan Cipinang Melayu diakibatkan meluapnya Kali Sunter. TEMPO/Chitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan menjelaskan bagaimana dirinya akan memimpin warga Jakarta. Sebagai seorang pejabat pemerintah, Anies memilih pendekatan gerakan untuk berinteraksi dengan warga guna membangun Jakarta.

    “Pendekatan yang kami bangun, pendekatan gerakan,” ujar Anies di kediamannya, jalan Lebak Bulus II, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, pada Kamis 12 Oktober 2017.

    Anies menjelaskan ada empat level interaksi pemerintah dengan warga. Level paling bawah atau disebutnya sebagai City 1.0, pemerintah berperan sebagai administrator dan warga sebagai residen. Level kedua atau City 2.0, pemerintah berperan sebagai pelayan dan warga sebagai customer.

    “Jakarta masih bergerak diantara dua level tersebut (1 dan 2),” kata Anies menjelaskan posisi Jakarta saat ini.

    Level ketiga atau City 3.0, pemerintah berperan sebagai fasilitator dan warga sebagai partisipan. Level ke empat atau City 4.0, pemerintah berperan sebagai penyedia platform dan warga sebagai co-creator.

    “Mudah-mudahan Jakarta bisa jadi 4.0,” ujar Anies.

    Anies mengatakan dengan menjalankan interaksi model City 4.0, masalah tidak hanya diserahkan begitu saja pada pemerintah, namun warga terlibat untuk menyelesaikannya.

    Anies mengambil ilustrasi sederhana terkait masalah sampah. Pada level itu, pemerintah tidak hanya akan menjadi penjemput sampah yang dibuang oleh warga. Anies mengatakan nantinya warga sendiri yang akan memilih dan mengelola sampah.

    “Makin maju suatu kota, warganya makin terlibat,” ujar Anies.

    Anies melanjutkan bagaimana dia akan menyelesaikan masalah warga Jakarta dengan cara menginstitusikan solusi. Anies mengatakan menginstitusi solusi adalah menjadikan solusi setiap masalah warga dalam standar operasional prosedur (SOP).  Tujuannya agar masalah yang datang bisa diselesaikan dan tidak berulang.

    Anies mencontohkan, jika ada warga Jakarta yang sakit dan kekurangan dana kemudian melaporkan masalahnya kepada Gubernur. Anies mengatakan tidak akan memberikan dana lansung karena tidak menginstitusikan malasah kedalam solusi.

    Anies memilih untuk menyiapkan platform solusi masalah tersebut serta melibatkan pihak-pihak lain untuk menyelesaikannya. Jika nantinya ada masalah yang sama menimpa warga lain, maka warga akan mengerti harus menemui siapa dan berbuat apa

    Contoh lain, jika ada penghuni rumah susun yang mempunyai keluhan fasilitas, warga diharapkan tidak langsung melaporkan kepadanya sebagai gubernur. Anies mengatakan akan memajang wajah dan kontak manajer rumah susun agar warga dapat mengubunginya.

    “Kalau ada masalah hubungi dia,” ujar Anies

    Anies mengatakan tidak ingin setiap warga Jakarta yang mempunyai masalah harus melaporkan kepadanya sebagai Gubernur. Anies ingin melibatkan sebanyak-banyaknya elemen masyarakat untuk menyelesaikan masalah. ”Penanggungjawab untuk pelayanan di Jakarta itu melibatkan seluruh waga,” ujar Anies

    Menurut Anies, walau dengan menerima laporan dan bertindak lansung akan menjadikan dirinya sebagai tokoh sentral. Cara tersebut dinilai Anies tidak akan membuat sistem pemerintahan berjalan dengan baik.

    Anies mengatakan tidak ingin menjadikan masalah sebagai panggung bagi gubernur untuk tampil heroik. Anies mengatakan tidak keberatan jika caranya akan mengurangi panggung baginya sendiri sebagai gubernur.”Saya tidak mau menjadikan masalah sebagai panggung untuk gubernur,” ujar Anies Baswedan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.