Anies-Sandi Doa Bersama di Sunda Kelapa Sebelum ke Istana

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Terpilih Anies Baswedan bersama kedua putranya menyapa para awak media di kediamannya Lebak Bulus, sebelum berangkat ke Istana Negara, Jakarta 16 Oktober 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Gubernur DKI Jakarta Terpilih Anies Baswedan bersama kedua putranya menyapa para awak media di kediamannya Lebak Bulus, sebelum berangkat ke Istana Negara, Jakarta 16 Oktober 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengikuti doa bersama di Aula Sakinah, Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Senin, 16 Oktober 2017. Anies-Sandi sengaja bertemu di masjid ini sebelum berangkat bersama ke istana. 

    “Dua pemimpin kita ini akan menghadapi perjuangan yang berat,” kata Ketua Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa Aksa Daud.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Salahudin Uno datang lebih dahulu. Sandi masuk menuju komplek Masjid Agung Sunda Kelapa melalui pintu utama. Puluhan orang mengerubungi Sandi sembari menyanyikan Salawat Badar.

    Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan masuk melalui pintu barat. Saat sampai di Aula Sakinah, ratusan pendukung Anies-Sandi pun menyanyikan Salawat Badar.

    Doa dipimpin oleh KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie. Semua kalimat doa dilafalkan dalam bahasa Arab. Tidak ada doa spesifik yang ditujukan untuk Anies-Sandi. Salah satu baris doa yang dipanjatkan Abdullah jika diterjemahkan berarti: “Tuhan kami, tunjukkanlah jalan kebenaran kepada kami, lalu berikan kami kekuatan untuk mengikutinya.”

    Setelah acara doa, pasangan Anies-Sandi keluar melalui pintu barat, kemudian menaiki mobil Toyota Innova hitam B 2507 BKU. Mereka menuju Istana Negara untuk mengikuti pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, sore ini.

    MUHAMMAD NAFI’


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.