Selasa, 11 Desember 2018

Bus Anies-Sandi Dikuntit Motor Fans Berbendera dan Stiker Pribumi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengendara sepeda motor nekat melintas Jalan MH Thamrin mengikuti rombongan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hendak meninjau kawasan Dukuh Atas dengan bus wisata. Selasa, 17 Oktober 2017. FOTO: TEMPO/Larissa

    Seorang pengendara sepeda motor nekat melintas Jalan MH Thamrin mengikuti rombongan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hendak meninjau kawasan Dukuh Atas dengan bus wisata. Selasa, 17 Oktober 2017. FOTO: TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pengendara sepeda motor nekat melintas Jalan MH Thamrin membuntuti rombongan mobil Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno (Anies-Sandi), siang ini, Selasa, 17 Oktober 2017.

    Rombongan Anies-Sandi menuju kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, dan proyek pembangunan terowongan Mampang, Jakarta Selatan. Pengendara yang bernama Sultan tersebut tenang begitu saja melintas di area bebas sepeda motor. 

     
    Sultan mengendarai motornya mendampingi bus wisata gratis yang ditumpangi Anies-Sandi dari Halte Balai Kota Jakarta menuju Dukuh Atas. Sultan menancapkan bendera hitam dengan tulisan Arab di motornya dan stiker tulisan "pribumi."

    Beberapa petugas keamanan hendak menghentikan laju sepeda motor namun Sultan memberikan kode bahwa dia ingin hendak mengawal bus Anies-Sandi.

    Sultan mengatakan, dirinya aktivis Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) sekaligus anggota tim sukses Anies-Sandi Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Aksi Sultan terhenti ketika petugas atau pengawal Anies-Sandi meminta Sultan mengikuti bus dari belakang, jangan di samping bus.

    "Saya mengawal. Enggak takut (ditilang) sudah bilang ke Dinas Perhubungan (akan mengawal) kalau gubernur baru naik bus pariwisata," tutur Sultan di kawasan Dukuh Atas.

    Sultan mengatakan sempat ditegur oleh petugas Dinas Perhubungan agar tidak mendahului bus yang ditumpangi Anies. "Enggak usah pakai bunyi-bunyi. Biar Anies-Sandi merasakan macetnya sore di Jakarta."

    Menurut Sultan, sudah panggilan hatinya ingin mengawal Anies-Sandi. Apalagi, dia sudah mengawal Anies-Sandi selama masa kampanye. Lalu, mengapa harus membawa bendera hitam dengan tulisan Arab? "Biar merasa lebih tenang," ucap Sultan.

    Baca juga: Inilah Penyebab Pidato Gubernur Anies Soal Pribumi Bikin Geger

     
     

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.