Cinere Bellevue Kebakaran, Polisi: Saksi yang Diperiksa Bertambah

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemadam kebakaran memadamkan api di apartemen dan mal Cinere Bellevue, Depok, 5 Oktober 2017. Belasan mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kota Depok dibantu Dinas Kebakaran Provinsi DKI Jakarta dikerahkan. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Pemadam kebakaran memadamkan api di apartemen dan mal Cinere Bellevue, Depok, 5 Oktober 2017. Belasan mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kota Depok dibantu Dinas Kebakaran Provinsi DKI Jakarta dikerahkan. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Depok - Kepala Kepolisian Sektor Limo Ajun Komisaris Muhammad Iskandar mengatakan proses penyelidikan penyebab Cinere Bellevue kebakaran masih dilakukan secara intensif.

    Tim Pusat Laboratorium Forensik Markas Besar Kepolisian RI telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada pekan lalu di Cinere Bellevue Suite and Mall. "Saat ini, tim Puslabfor Mabes masih sering ke lokasi untuk melengkapi data," katanya saat dihubungi Tempo, Rabu, 18 Oktober 2017.

    Baca: Habis Terbakar, Cinere Bellevue Segera Direnovasi

    Menurut Iskandar, hasil akhir penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Penelusuran penyebab kebakaran difokuskan di ruang trafo. "Secepatnya akan dipublikasikan. Wajib itu biar masyarakat bisa tahu hasilnya," ujarnya.

    Terkait dengan pemeriksaan saksi, kata Iskandar, polisi telah memeriksa lima orang untuk dimintai keterangan. Jumlah saksi yang diperiksa akan terus bertambah untuk memastikan penyebab kebakaran. "Nanti akan dicek apa ada kelalaian dari pegawai," ucapnya.

    Iskandar menambahkan, polisi belum bisa memastikan penyebab kebakaran di Cinere Bellevue. "Menunggu hasil identifikasi dari Puslabfor, baru bisa mengarahkan penyelidikan siapa pihak yang bertanggung jawab," tuturnya.

    Sebelumnya, Cinere Bellevue Suite and Mall terbakar pada 4 Oktober 2017. Api baru bisa dipadamkan setelah 33 jam oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok dengan dibantu Dinas Damkar DKI Jakarta. Tim Puslabfor dibantu Tim Inafis Polres Kota Depok telah melakukan olah TKP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.