Jumat, 16 November 2018

Isu Gereja Terbesar, Ini yang Dilakukan Sekolah Santa Laurensia

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gereja di Eropa. Maxpixel.com

    Ilustrasi gereja di Eropa. Maxpixel.com

    TEMPO.CO, Tangerang - Sekolah Santa Laurensia mengapresiasi keputusan bersama yang meminta menyetop sementara proyek pembangunan sekolah di Suvarna Padi, Alam Sutera, setelah merebaknya isu proyek pembangunan gereja terbesar se-Asia Tenggara.

    "Kami mengapresiasi hasil kesepakatan ini dan akan mematuhinya," ujar Kepala Proyek Sekolah Santa Laurensia Alam Sutera Sindang Jaya, Pilonedi Sioangen, Jumat, 20 Oktober 2017.

    Baca : Isu Gereja Terbesar, Bupati Tangerang: Pemkab Tak Keluarkan Izin

    Selanjutnya, kata Pilonedi, pihaknya akan melakukan dialog dengan semua lapisan masyarakat Sindang Jaya untuk mencari solusi terbaik agar masalah ini selesai. "Kami akan bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan melakukan dialog," katanya.

    Pilonedi mengatakan Santa Laurensia akan menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat bahwa mereka hanya membangun sekolah umum, bukan gereja. "Kami menjamin tidak akan ada pembangunan gereja. Hanya sekolah umum Santa Laurensia," ucapnya.

    Menurut Pilonedi, hal tersebut bisa dibuktikan dari izin mendirikan bangunan (IMB) yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Tangerang. "IMB hanya untuk sekolah," ujarnya.

    Pemerintah Kabupaten Tangerang secara resmi menghentikan sementara pembangunan Sekolah Santa Laurensia di Suvarna Padi, Alam Sutera, Kecamatan Sindang Jaya, yang sudah memasuki tahap konstruksi.

    Penghentian tersebut berdasarkan keputusan bersama antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, pengembang, dan Santa Laurensia dalam rapat bersama yang disaksikan Kepala Kepolisian Resor Kota Tangerang serta perwakilan tokoh masyarakat Sindang Jaya, Kamis, 19 Oktober 2017. Rapat bersama ini digelar setelah merebaknya isu bahwa di lokasi itu akan dibangun gereja terbesar di Asia Tenggara.

    Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menuturkan penghentian pembangunan Sekolah Santa Laurensia yang diisukan gereja itu bersifat sementara. "Semua kegiatan pembangunan dihentikan sambil dilakukan sosialisasi dengan masyarakat yang komprehensif," tutur Zaki. Selain itu, akan dilakukan penataan kawasan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.