Kamis, 13 Desember 2018

Strategi Jitu Anies-Sandi Rayu Pemilik Lahan Proyek MRT Fatmawati

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melewati pembangunan  jalur  layang Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Raya Fatmawati, Jakarta, 13 Maret 2017. Pembangunan konstruksi MRT Jakarta dipercepat agar dapat beroperasi sesuai dengan target. ANTARA/Atika Fauziyyah

    Sejumlah kendaraan melewati pembangunan jalur layang Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Raya Fatmawati, Jakarta, 13 Maret 2017. Pembangunan konstruksi MRT Jakarta dipercepat agar dapat beroperasi sesuai dengan target. ANTARA/Atika Fauziyyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga salahuddin Uno (Anies-Sandi) membujuk salah satu pemilik toko di lahan proyek Stasiun Mass Rapid Transit Fatmawati di Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan, supaya mau melepas asetnya.

    Kepada Mahesh Lalmalani, pemilik toko gorden Serba Indah, mereka meminta supaya bersedia menjual lahannya seharga Rp 30 juta per meter persegi agar proyek berjalan lancar. 

    "Kita boleh berunding terus soal hal lainnya, tapi proyek ini jangan sampai berhenti karena untuk kepentingan nasional," kata Anies kepada Mahesh di lokasi pada Jumat, 20 Oktober 2017. "Izinkan kami demi kepentingan publik," ucap Sandiaga menimpali.

    Proyek Stasiun Fatmawati MRT di Jalan Haji Nawi terhambat akibat empat pemilik lahan belum mau menjual kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mereka mau Rp 120 juta per m2.

    Mahesh lalu menggugat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas kasus pembebasan lahan ini. Menurut dia, nilai tanahnya yang ditaksir pemerintah tidak sesuai dengan harga hasil apraisal. Pemerintah menawarkan Rp 33 meter per m2 sedangkan hasil apraisal Rp 150 juta. Pengadilan negeri memutuskan niai lahan Rp 120 juta per m2. Pemerintah Provinsi DKI mengajukan kasasi dan sampai sekarang belum muncul putusannya.

    Tak lama setelah berbincang, Mahesh mengungkapkan bahwa dirinya bersedia untuk menjual lahannya kepada Pemprov DKI Jakarta demi kelanjutan proyek.

    "Jadi boleh nih, ya? Enggak usah pakai surat perintah?," tanya Anies kepada Mahesh. "Boleh. Dibongkar sekarang juga boleh," jawab Mahesh.

    Anies dan Mahesh lalu mengambil sebuah martil. Bersama-sama, mereka memukul pagar Toko Serba Indah. Mereka berteriak bersama, "Deal!"

    Menurut Mahesh, dirinya telah lama memutuskan untuk menyerahkan lahan dan bangunannya kepada pemerintah. "Karena nanti setelah ada putusan tetap diambil juga, jadi mending sekarang diserahkan saja sambil menunggu putusan," kata dia.

    Dia menyatakan, hari ini dia dan Anies bertemu untuk pertama kalinya. "Awalnya mau audiensi tentang penyerahan ini, tapi ketemu (Anies) jadi sekalian ngomong saja."

    Untuk membebaskan lahan Maresh dan tiga lainnya untuk proyek MRT, Anies telah menginstruksikan Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi untuk mengeksekusinya mulai pekan depan. "Nanti akan ada peringatannya," kata Anies.

    Baca juga: Inilah Penyebab Pidato Gubernur Anies Soal Pribumi Bikin Geger


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jason Momoa dan Amber Heard dalam 6 Fakta Unik Aquaman

    Jason Momoa dan Amber Heard akan memerankan Aquaman dan Merra dalam film dengan cerita tentang kerajaan bawah laut Atlantis.