Kata Anies Setelah Meninjau Lagi Area Tanggul Jebol di Jatipadang

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat mengunjungi daerah banjir di kelurahan Cipete Utara, Jakarta Selatan, Kamis, 19 Oktober 2017. Foto : Kassie Prass Cipete Utara, Andarias.

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat mengunjungi daerah banjir di kelurahan Cipete Utara, Jakarta Selatan, Kamis, 19 Oktober 2017. Foto : Kassie Prass Cipete Utara, Andarias.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali meninjau tanggul Karang, Jatipadang, Jakarta Selatan, Jumat, 20 Oktober 2017. Tanggul itu jebol pada Kamis sore.

    Sebelum meninjau lokasi, Anies beserta rombongan menunaikan salat asar di Masjid Al Ridwan. Setelah itu mereka langsung menuju lokasi tanggul yang jebol dan melihat langsung pengerjaan tanggul oleh pasukan biru.

    Baca: PUPR: Proyek Tahap Kedua Tanggul Pantai Jakarta Capai 56 Persen

    "Ini sungainya berbelok-belok dan ada bangunan yang ada dia atasnya, sehingga jebol," kata Anies di Jatipadang, Jakarta Selatan.

    “Tanggul jebol yang cuman ditambal dengan karung pasir, saat ini sudah mulai menggunakan semen untuk meninggikannya. Kita pastikan sungai yang potensinya menyempit, segera dilakukan pengerukan," kata Anies.

    Anies mengatakan tanggul yang berisiko jebol harus segera dikeruk agar tidak meluap. “Setiap hari ada pengerukan,” tuturnya.

    Sebelumnya, Anies mendapat laporan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah bahwa di Jatipadang ada tanggul jebol 10 meter, dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Warga saat itu mengungsi di Masjid Al Ridwan. Tim pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk membantu mempercepat penyedotan air.

    Baca juga: Inilah Penyebab Pidato Gubernur Anies Soal Pribumi Bikin Geger


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.