Sandiaga Uno Kritik Konsep Lokbin PKL Jalan Cengkeh

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memimpin senam dan mengikuti pertandingan basket di Monumen Nasional, Jakarta Pusat pada Jumat, 20 Oktober 2017. Tempo/Zara

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memimpin senam dan mengikuti pertandingan basket di Monumen Nasional, Jakarta Pusat pada Jumat, 20 Oktober 2017. Tempo/Zara

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berjanji membereskan lokasi binaan (lokbin) pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Cengkeh, Taman Sari, Jakarta Barat, yang sepi pengunjung. Para pedagang di sana merupakan pindahan dari Kota Tua akibat revitalisasi kawasan tersebut.

    Sandiaga lantas mengkritik konsep bisnis penempatan eks PKL liar Kota Tua di Jalan Cengkeh. Menurut putra pengusaha wanita Mien Uno tersebut, dalam menata pusat-pusat ekonomi, khususnya yang berada di kelas menengah ke bawah, harus merujuk pada tingkat keramaian suatu tempat. Harus ada data tingkat lalu lalang masyarakat apabila ingin merelokasi pedagang ke daerah tersebut.

    "Jadi enggak bisa kita punya lokasi, kita harapkan orang datang ke sana. Harus dilihat berbasis data, dan ini nanti yang akan kami rapatkan," katanya di Balai Kota Jakarta, Senin, 23 Oktober 2017.

    Lokbin Taman Kota Intan, Jalan Cengkeh, berjarak sekitar 200 meter dari kawasan Kota Tua. Lokbin tersebut menampung 456 PKL yang sebelumnya menjajakan dagangannya secara liar di kawasan Kota Tua. Sengaja dibangun berdekatan dengan salah satu destinasi utama wisata di Jakarta tersebut, lokbin Taman Kota Intan ditargetkan menjadi pusat kuliner untuk pengunjung.

    Lokbin PKL di Jalan Cengkeh dilengkapi berbagai fasilitas, mulai panggung, musala ber-AC, wastafel, toilet, lokasi parkir yang luas, hingga pos keamanan. Panggung yang disediakan rencananya untuk menggelar acara-acara seni pada akhir pekan. Namun, sampai saat ini, belum ada acara seni yang digelar di sana pada akhir pekan.

    Mereka dipindahkan pada masa Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyusul revitalisasi Kota Tua di bawah Konsorsium Kota Tua Jakarta.

    Saat Tempo mengunjungi lokbin di Jalan Cengkeh pada Rabu sore, 18 Oktober 2017, hanya beberapa pengunjung yang duduk dan berbelanja di sana. Beberapa kios bahkan tidak ada pembeli sama sekali. Keluhan paling banyak datang dari pedagang makanan.

    "Sepi, penghasilan menurun karena sedikit pembeli yang datang ke sini," ujar salah satu pedagang yang ditemui Dewi Nurita dari Tempo.

    Pedagang lain mengeluhkan hal sama. Dia menuturkan banyak pengunjung kawasan wisata Kota Tua yang tidak mengetahui keberadaan pedagang di Jalan Cengkeh.

    Ternyata benar bahwa sebagian pengunjung kawasan wisata Kota Tua tidak mengetahui lokasi baru para PKL. "Oh, dipindahkan ke Jalan Cengkeh, ya. Saya kira digusur begitu saja," kata Cindy di Kota Tua.

    Sandiaga berujar, apabila penataan PKL di Jalan Cengkeh gagal, bukan tidak mungkin para pedagang itu akan kembali ke Kota Tua jika pendapatannya menurun di tempat baru. Itu sebabnya, Sandiaga berjanji akan menggunakan data untuk menuntaskan masalah di Jalan Cengkeh.

    Menurut dia, penataan lokbin PKL di Jalan Cengkeh semakin penting karena daya beli masyarakat saat ini cukup lemah. Namun, tutur Sandi, belum ada solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Sebab, dia masih menunggu hasil kajian dan temuan di lapangan.

    "Saya dengarkan dulu masukan dari temuan di lapangan. Nanti kami bandingkan dengan data-data dan tarik data dari smart city. Juga mengenai traffic, bagaimana supaya bisa kami menyandingkan dan dalam hal ini omsetnya tidak menurun," ucap Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.