Ini Alasan Anies-Sandi Butuh Rapat Paripurna Istimewa DPRD DKI

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno melakukan aktivitas pada hari pertama masuk kerja di Gedung Balaikota DKI, Jakarta, 17 Oktober 2017. Keduanya memulai hari dengan meninjau seluruh bagian Gedung Balaikota DKI Jakarta. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno berharap rapat paripurna istimewa penyampaian visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Anies-Sandi, segera dilakukan. Adapun ketentuan rapat paripurna itu diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2010 dan surat edaran dari Direktorat Otonomi Daerah (Ditjen Otda) Kementerian Dalam Negeri bernomor SE.162/3484/OTDA.

"Kami menunggu paripurna, dan ini minggu kedua kami bertugas. Jadi harus menjadi prioritas karena DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) itu adalah mitra kita," ujar Sandi, sapaan Sandiaga, di Balai Kota Jakarta, Senin, 23 Oktober 2017.

Baca: Paripurna Istimewa Anies-Sandi Jadi Digelar, DPRD Rapat Bamus Siang Ini

Sandi ingin rapat paripurna tersebut tetap digelar mengingat kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak bisa terpisah dari keterlibatan anggota Dewan sebagai legislatif. Menurut Sandi, anggota Dewan merupakan mitra pemerintah sehingga ia ingin membangun hubungan baik di antara keduanya. "Insya Allah lima tahun ke depan kami akan harmonis," ucapnya.

Apalagi, kata Sandi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sudah melayangkan surat kepada Pemerintah Provinsi dan DPRD DKI Jakarta. Dalam surat itu, Tjahjo meminta rapat paripurna istimewa segera digelar untuk menyambut Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Dalam surat itu juga disebutkan Anies harus berpidato di hadapan seluruh anggota DPRD. Selain itu, Anies diminta memaparkan program prioritas jangka pendek dan panjang di Ibu Kota.

"Jadi, bagi saya dan bagi Pak Anies, ya, kalau sunah (tidak wajib), kan sebaiknya dilakukan. Jadi saya serahkan aja ke teman-teman (DPRD)," tuturnya.

DPRD DKI Jakarta belum menjadwalkan rapat paripurna istimewa untuk mendengarkan visi dan misi Gubernur DKI Jakarta yang baru. Padahal Kementerian Dalam Negeri sudah mengeluarkan surat edaran melalui Direktur Jenderal Otda agar paripurna segera digelar.

Penetapan jadwal paripurna istimewa harus melalui Badan Musyawarah. Rapat paripurna istimewa ini menjadi isu penting setelah dikaitkan dengan kelanjutan proyek reklamasi. Sebab, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selalu bungkam ketika ditanya ihwal sikap dia atas proyek di Teluk Jakarta itu. Anies hanya bersedia memaparkan sikap pemerintah dalam rapat paripurna istimewa bersama DPRD DKI Jakarta.

Baca juga: Pak Anies, Pejabat Daerah Tak Bisa Minta Prioritas di Jalan






Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Digelar Sampai Besok, Sandiaga: Ada Makanan dari 172 UMKM, Barongsai hingga Perlombaan

20 jam lalu

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Digelar Sampai Besok, Sandiaga: Ada Makanan dari 172 UMKM, Barongsai hingga Perlombaan

Event wisata Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) kembali digelar mulai 30 Januari hingga 5 Februari 2023. Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan ada makanan dari 172 UMKM atau usaha mikro, kecil, dan menengah, barongsai hingga perlombaan dalam event ini.


Sandiaga: 1.000 Lebih Pelaku Ekonomi Kreatif Ikut ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogyakarta

21 jam lalu

Sandiaga: 1.000 Lebih Pelaku Ekonomi Kreatif Ikut ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogyakarta

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan lebih dari 1.000 pelaku ekonomi kreatif mengikuti opening ceremony ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 di Yogyakarta.


Ada Perjanjian Anies Baswedan dengan Prabowo, Gerindra: Bukan Konsumsi Publik

4 hari lalu

Ada Perjanjian Anies Baswedan dengan Prabowo, Gerindra: Bukan Konsumsi Publik

Politikus Gerindra Dasco membenarkan ada dokumen perjanjian antara Anies Baswedan dan Prabowo. Tapi ia menyebut bukan konsumsi publik.


Ternyata Ini Alasan Sandiaga Uno Beri Posisi Cagub DKI Jakarta 2017 ke Anies Baswedan

4 hari lalu

Ternyata Ini Alasan Sandiaga Uno Beri Posisi Cagub DKI Jakarta 2017 ke Anies Baswedan

Sandiaga mengungkapkan soal pencalonan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI 2017. Apa itu?


Menparekraf Sandiaga Uno Beri Tips Promosi untuk Pemilik Bisnis Travel Haji dan Umrah

4 hari lalu

Menparekraf Sandiaga Uno Beri Tips Promosi untuk Pemilik Bisnis Travel Haji dan Umrah

Menparekraf Sandiaga Uno memberikan tips promosi bagi pemilik bisnis travel haji dan umrah. Bagaimana tipsnya?


Sandiaga Uno Sebut Fadli Zon Pegang Fakta Perjanjian Politik Prabowo dan Anies Baswedan

5 hari lalu

Sandiaga Uno Sebut Fadli Zon Pegang Fakta Perjanjian Politik Prabowo dan Anies Baswedan

Nama Fadli Zon muncul dalam pusaran perjanjian politik yang pernah dibuat oleh Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Sandiaga Uno.


Sandiaga Uno Ungkap Legalitas Perjanjian Politik Prabowo dan Anies Baswedan

5 hari lalu

Sandiaga Uno Ungkap Legalitas Perjanjian Politik Prabowo dan Anies Baswedan

Sandiaga Uno mengungkapkan legalitas perjanjian politik antara Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang dilakukan jelang pilgub DKI Jakarta 2017.


Tim Anies Baswedan Bantah Ada Perjanjian dengan Prabowo Subianto Soal Pencalonan Presiden

5 hari lalu

Tim Anies Baswedan Bantah Ada Perjanjian dengan Prabowo Subianto Soal Pencalonan Presiden

Anies Baswedan disebut hanya memiliki perjanjian dengan Sandiaga Uno soal pembagian biaya kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.


Sandiaga Sebut Perjanjiannya dengan Prabowo dan Anies Baswedan Saat Pilgub DKI 2017 Masih Berlaku

5 hari lalu

Sandiaga Sebut Perjanjiannya dengan Prabowo dan Anies Baswedan Saat Pilgub DKI 2017 Masih Berlaku

Sandiaga Uno mengungkap dokumen perjanjian dia dengan Anies Baswedan dan Prabowo saat ini dipegang oleh politikus Gerindra Dasco.


Sandiaga Uno Ceritakan Ihwal Perjanjian Dia, Anies, dan Prabowo Menjelang Pilgub DKI 2017

5 hari lalu

Sandiaga Uno Ceritakan Ihwal Perjanjian Dia, Anies, dan Prabowo Menjelang Pilgub DKI 2017

Sandiaga Uno menjelaskan perjanjian yang pernah dibuat lalu diteken oleh dia, Prabowo dan Anies pada 2017. Apa isinya?