DKI Gelontorkan Rp 408 M untuk Pembangunan Trotoar 80 Kilometer

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang di Trotoar Akan Diperingatkan Tiga Kali

    Pedagang di Trotoar Akan Diperingatkan Tiga Kali

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah gencar melakukan pembangunan trotoar. Sepanjang 80 kilometer trotoar menjadi target pembangunan di tahun 2017 ini. Adapun dana yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk membangun proyek itu adalah sebesar Rp 408 M dari Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017.

    "Dana untuk trotoar itu tidak sebesar anggaran awal Rp 412 M karena APBD-P sudah dikurangi," kata Kepala Seksi Perencanaan Prasarana Jalan dan Utilitas Dinas Bina Marga DKI Jakarta Riri Asnita, Selasa 25 Oktober 2017.

    Adapun dari 80 kilometer trotoar yang ditargetkan pembangunannya tahun ini, ada 24,6 kilometer yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Sementara sisanya 55,6 kilometer dikerjakan oleh Suku Dinas Bina Marga di lima kota administratif DKI Jakarta.
    Baca : Hari Pertama Kerja, Sandiaga Janji Teruskan Peninggalan Djarot

    Adapun jalur trotoar yang dibangun oleh Dinas Bina Marga yakni di Kawasan Istiqlal dan Jalan Veteran (Jakarta Pusat); Jalan Mahakam, Jalan Barito, dan Jalan Kyai Maja (Jakarta Selatan); Jalan Jatinegara Barat dan Jalan Jalan Jatinegara Timur (Jakarta Timur); Kawasan Kota Tua dan Sunter (Jakarta Utara); serta Jalan Kyai Tapa (Jakarta Barat).

    Menurut dia, dari target 24,6 kilometer trotoar yang dibangun Dinas Bina Marga DKI Jakarta yabg tercapai sejauh ini sudah 80 persen. "Untuk di masing-masing sudin saya belum bisa pastikan angkanya, namun ditargetkan pembangunan semua trotoar rampung pada Desember 2017 ini.

    Riri juga menjelaskan, pembangunan trotoar itu juga disertai dengan pembangunan manhole utilitas yang merupakan box saluran khusus untuk jaringan utilitas yang tertanam di dalam tanah. "Ada 1275 titik yang akan dibangun tahun 2017 ini," kata dia.

    Riri menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta gencar membangun trotoar untuk mendorong pejalan kaki menggunakan transportasi umum. "Dari 2015 kami bangun pedestrian. Arahnya kami mau mengubah pola transportasi warga dari pribadi ke transportasi publik," kata dia.

    Menurut dia, jalur trotoar (pedestrian) merupakan salah satu fasilitas penunjang atau akses menuju moda transportasi umum. Agar pejalan kaki mau berjalan untuk menjangkau moda transportasi umum, jalur pedestrasi harus dibuat nyaman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.